PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Berita Kegiatan

Sejarawan Undip: Rakyat Butuh Teladan untuk Jaga Pancasila Sebagai Falsafah Bangsa

in Berita Kegiatan, Berita Nasional, Headlines, Laporan, Lintas Daerah, Liputan Khusus
400
0
Sejarawan Undip: Rakyat Butuh Teladan untuk Jaga Pancasila Sebagai Falsafah Bangsa
567
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Semarang (1/10). Hari Kesaktian Pancasila diperingati untuk mengenang upaya penyelamatan terhadap kondisi pemerintahan waktu itu. Lebih tepatnya pada era 1965, ketika sempat muncul usaha pengambilalihan kekuasaan yang diwarnai isu Dewan Jenderal.

Hal tersebut ditegaskan Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro Singgih Tri Sulistiyono. Ia menambahkan Pancasila sebagai ideologi terus diganggu ideologi lain yang ingin menghegemoni Indonesia.

“Dalam perkembangan selanjutnya berdasarkan wacana politik dan pendapat yang berkembang, usaha makar tersebut ternyata didalangi kekuatan komunis,” ujar Singgih yang juga Ketua DPP LDII, pada Sabtu (30/9).

Menurutnya, pengusung paham komunisme berkeinginan mengganti ideologi Pancasila. Meskipun akhirnya percobaan melawan negara itu berhasil digagalkan. Pancasila kemudian dianggap sakti dan terbukti lestari sebagai ideologi dan pandangan hidup bangsa.

Peristiwa kekalahan Partai Komunis Indonesia (PKI) yang disimbolkan dengan Kesaktian Pancasila merupakan peristiwa pada masa lampau. Namun yang tak kalah penting dilakukan bangsa ini, adalah memberikan makna terhadap momentum Kesaktian Pancasila. “Sebab, menumbuhkan cara pandang dan memaknai Pancasila sebagai satu satunya ideologi dan dasar negara Indonesia sangat penting,” imbuh Singgih.

Ia menyebut peristiwa G30S, menandakan bahwa bangsa Indonesia menolak paham komunis karena bangsa Indonesia memiliki falsafah bernegara Pancasila. Bangsa Indonesia telah membangun pengertian komunisme sangat bertentangan dengan Pancasila.

“Berbicara mengenai falsafah hidup bangsa ini, di dalamnya dibangun atas keyakinan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Komunisme yang di dalamnya terdapat atheisme, tidak pernah sejalan dengan prinsip rakyat Nusantara yang religius nasionalis. Pengertian tentang hal ini, harus ditanamkan dengan baik” papar Singgih.

Muaranya, lanjutnya, agar rakyat negeri ini dapat menerima dan menerapkan nilai-nilai luhur Pancasila, yang sesuai dengan kepribadian ketimuran, agama, dan norma-norma yang berkembang. “Apabila prinsip tersebut bisa diterima dengan baik, otomatis dapat memperkuat pemikiran masyarakat, untuk tidak perlu terpengaruh dengan ideologi yang bertentangan dengan Pancasila,” urainya.

Posisi Pancasila menjadi tuntunan bangsa Indonesia, dalam konteks berbangsa dan bernegara. “Untuk itu perlu penghayatan ke lima sila di dalamnya dan diterapkan dengan komitmen yang tinggi di tengah kehidupan masyarakat. Pancasila menjadi bagian dari produk kebudayaan, yang perlu ditanamkan secara terus menerus di tengah rakyat,” jelasnya.

Adapun proses pembudayaan ini dapat melalui jalur formal maupun non formal. Misalnya masuk ke dalam kurikulum pendidikan nasional dan sebagainya. Hal terpenting bagaimana Pancasila selalu berada di dalam hati dan benak rakyat Indonesia sampai kapanpun.

“Pancasila sejatinya butuh keteladanan. Saya yakin rakyat di tingkat bawah pasti akan sepenuh hati melaksanakan ajaran yang sudah menjadi konsensus bersama ini. Untuk itu, para pemimpin atau mereka yang sedang memegang tampuk kekuasaan di negara ini, seharusnya memberikan teladan dan contoh yang baik, agar penerapan nilai-nilai Pancasila kian menguat dalam semua sendi kehidupan,” ungkapnya.

Pancasila memang harus dijiwai dengan keyakinan terhadap Ketuhanan Yang Maha Esa. Itu prinsip utama yang harus dipegang teguh dan menjadi basis utama dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi masyarakat Indonesia adalah kaum beragama, yang percaya hidup tidak sebatas di dunia belaka melainkan hingga ke akhirat.

“Lalu setelahnya dilengkapi pula dengan prinsip kemanusiaan, persatuan bangsa, musyawarah dan keadilan sosial. Semuanya itu harus menjadi kesatuan utuh jangan sampai saling dipisahkan. Lima sila juga sudah menjadi rumusan yang tidak boleh ditiadakan satu atau lainnya,” pungkas Singgih.

Tags: LDIILDII NewsLDII untuk BangsaLembaga Dakwah Islam IndonesiaNuansa Persada

Related Posts

LDII Lampung Paparkan Strategi Membangun Generasi Unggul pada Camping CAI ke-47
Berita Daerah

LDII Lampung Paparkan Strategi Membangun Generasi Unggul pada Camping CAI ke-47

by Nisa
August 3, 2026
0

Pesawaran (13/8). LDII Provinsi Lampung membekali peserta Camping Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 Bandar Lampung Pesawaran dengan materi penguatan karakter dan kepemimpinan...

Read more
Arfiyudi Ajak Warga LDII Pasar Singkut Tertib Salat dan Mencari Rezeki Halal
Berita Daerah

Arfiyudi Ajak Warga LDII Pasar Singkut Tertib Salat dan Mencari Rezeki Halal

by Nisa
August 3, 2026
0

Sarolangun (3/8). Wanhat LDII Kabupaten Sarolangun, Arfiyudi Eka Saputra, memberikan tausiah kepada warga LDII Pasar Singkut, Masjid Nurul Ikhsan, Kecamatan Singkut. Dalam...

Read more
Manfaatkan Libur Sekolah, LDII Sarolangun Gelar Asrama untuk Generasi Penerus
Berita Daerah

Manfaatkan Libur Sekolah, LDII Sarolangun Gelar Asrama untuk Generasi Penerus

by Nisa
August 3, 2026
0

Sarolangun (3/8). Dewan Pimpinan Daerah (DPD) LDII Kabupaten Sarolangun menggelar program Asrama Liburan Sekolah secara serentak di seluruh Pimpinan Anak Cabang (PAC)...

Read more
Bank Sampah Unit Barokah Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah
Berita Daerah

Bank Sampah Unit Barokah Ajak Warga Pilah Sampah dari Rumah

by Nisa
August 3, 2026
0

Bintan (3/8). Bank Sampah Unit Barokah di bawah naungan Yayasan Abdul Manan Al-Bintani terus menggalakkan pengelolaan sampah berbasis masyarakat. Melalui program tersebut,...

Read more
LDII Marga Manunggal Jaya Gotong Royong Siapkan Lahan Masjid
Berita Daerah

LDII Marga Manunggal Jaya Gotong Royong Siapkan Lahan Masjid

by Nisa
August 3, 2026
0

Muaro Jambi (3/8). Warga LDII Desa Marga Manunggal Jaya bergotong royong membersihkan lahan yang akan dibangun masjid di RT 06 Jalur 2...

Read more
Bina Generasi Muda, Kakwarcab Way Kanan Buka Festival Anak Sholih
Berita Daerah

Bina Generasi Muda, Kakwarcab Way Kanan Buka Festival Anak Sholih

by Nisa
August 3, 2026
0

Way Kanan (3/8). Ketua Kwartir Cabang (Kakwarcab) Gerakan Pramuka Way Kanan, Arie Anthony Thamrin membuka Festival Anak Sholih (FAS) 2026 yang digelar...

Read more
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Lampung Paparkan Strategi Membangun Generasi Unggul pada Camping CAI ke-47

LDII Lampung Paparkan Strategi Membangun Generasi Unggul pada Camping CAI ke-47

August 3, 2026
Arfiyudi Ajak Warga LDII Pasar Singkut Tertib Salat dan Mencari Rezeki Halal

Arfiyudi Ajak Warga LDII Pasar Singkut Tertib Salat dan Mencari Rezeki Halal

August 3, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In