Kediri (5/3). Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati menghadiri acara Silaturahim dan Buka Puasa Bersama di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kota Kediri, pada Rabu (4/3). Dalam kesempatan tersebut, ia menekankan pentingnya menjaga amanah serta memperkuat kolaborasi antar elemen masyarakat demi terciptanya kota yang harmonis dan sejahtera.
Dalam sambutannya, Vinanda menyampaikan rasa syukur dapat hadir di Ponpes Wali Barokah, yang menurutnya setiap Ramadan menjadi ruang pertemuan yang hangat antara ulama, umaro, dan masyarakat. Ia menilai kebersamaan tersebut mencerminkan kekuatan sosial masyarakat Kota Kediri.
“Di sini hadir berbagai unsur penting kota, mulai dari ulama, aparat keamanan, pemerintah, lembaga keuangan hingga masyarakat. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan Kota Kediri dalam menjaga kerukunan dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia menjelaskan, pemerintah pusat hingga daerah saat ini terus berupaya menjaga stabilitas ekonomi dan kesejahteraan masyarakat selama Ramadan hingga Idul Fitri. Di tingkat Kota Kediri, pemerintah memastikan distribusi bahan pokok berjalan lancar, inflasi tetap terkendali, serta bantuan sosial tersalurkan tepat sasaran.
Selain itu, Pemkot Kediri juga terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat, termasuk menjaga pergerakan UMKM agar tetap produktif selama Ramadan. Upaya menjaga kerukunan juga dilakukan melalui dialog lintas agama dan organisasi kemasyarakatan.
Menurut Vinanda, keberhasilan berbagai program tersebut tidak terlepas dari dukungan para ulama dan seluruh elemen masyarakat. Ia menegaskan, sinergi antara ulama dan umaro merupakan kunci penting dalam menjaga stabilitas dan pembangunan daerah.
Ia juga mengapresiasi kegiatan sosial yang rutin dilakukan Ponpes Wali Barokah, seperti pemberian santunan kepada anak yatim dan bantuan bagi masyarakat dhuafa. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi contoh nyata bahwa nilai keagamaan harus mampu menghadirkan manfaat bagi masyarakat luas.
Dalam kesempatan itu, Vinanda juga mengingatkan bahwa jabatan yang diemban para pemimpin merupakan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan keikhlasan.
“Kepemimpinan harus dijalankan dengan keberpihakan kepada masyarakat serta komitmen untuk menjaga persatuan. Mari kita rawat kerukunan yang telah terbangun di Kota Kediri dan tidak memberi ruang bagi perpecahan,” tegasnya.
Ia berharap semangat kebersamaan tersebut dapat terus terjaga sebagai bagian dari upaya bersama mewujudkan Kota Kediri yang Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni (MAPAN).














