Wonogiri (31/3). DPD LDII Kabupaten Wonogiri mengembangkan sistem pendidikan yang memadukan pembelajaran keagamaan dengan pendidikan formal. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPD LDII Wonogiri Sutoyo saat kegiatan media gathering di Resto Jawi Ngadirojo, Wonogiri, pada Jumat, (13/3/2026).
Pengurus LDII setempat mengelola empat pondok pesantren yang dilengkapi fasilitas sekolah di berbagai jenjang. Empat pesantren tersebut meliputi Ponpes Al Barru Bulusulur, Ponpes Bairuha Jatipurno, Ponpes Citra Suhada Jatisrono, dan Ponpes Baitul Izzah Jatipurno. Di lingkungan pesantren tersebut, LDII juga mendirikan unit pendidikan formal untuk menunjang kegiatan belajar santri.
Ketua DPD LDII Wonogiri Sutoyo menyebut masing-masing pesantren telah dilengkapi fasilitas pendidikan formal sesuai kebutuhan. “Ponpes Al Barru Bulusulur memiliki SMP dan SMA Bina Insani. Ponpes Bairuha Jatipurno dilengkapi SD dan SMP Budi Utomo, sedangkan Ponpes Baitul Izzah memiliki unit pendidikan tingkat dasar.” ujarnya.
“Kami ingin mengombinasikan pendidikan keagamaan dengan pendidikan formal. Sehingga ilmu agama dan ijazah sekolah formal sama-sama dapat,” imbuh Sutoyo.
Dalam pengelolaannya, LDII menerapkan sistem boarding school bagi santri dan siswa. Sutoyo menjelaskan sistem tersebut memberi ruang bagi peserta didik dari luar daerah untuk mengikuti pendidikan agama sekaligus sekolah formal dalam satu lingkungan.
LDII Wonogiri juga merencanakan pembangunan sekolah lanjutan tingkat atas di wilayah Jatipurno. Rencana tersebut muncul seiring meningkatnya jumlah lulusan dari SMP Budi Utomo. “Kami kewalahan menerima murid di SMA Bina Insani. Sampai saat ini, lebih dari 200 murid,” kata Sutoyo.
Pengurus LDII saat ini mencari lahan untuk pembangunan SMA atau SMK baru di Jatipurno. Sekolah tersebut disiapkan untuk menampung lulusan SMP agar dapat melanjutkan pendidikan di bawah naungan LDII. “Pendanaannya kita gotong royong bersama,” ujar Sutoyo.








