Banyuwangi (2/7). Pengurus Pimpinan Anak Cabang (PAC) LDII Yosomulyo menyelenggarakan shalat Idul Adha 1447 Hijriah di halaman kediaman Marfuah Sidotentrem, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, pada Rabu (27/5). Ibadah yang diikuti sekitar 250-an jemaah ini berlangsung khidmat dengan imam dan khatib Munir, yang merupakan Dewan Penasihat DPD LDII Banyuwangi.
Pada Idul Adha tahun ini, PAC LDII Yosomulyo menyembelih hewan kurban berupa lima ekor sapi dan tiga ekor kambing dengan mengusung tema “Ikhlas Berkurban, Ikhlas Berbagi”. Dalam khutbahnya, Munir mengangkat kisah Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail sebagai teladan utama momentum Idul Adha.
Ia menyampaikan bahwa kisah agung tersebut bukan hanya tentang perintah semata, melainkan juga tentang keimanan, keikhlasan, dan pengorbanan yang luar biasa.
“Nabi Ibrahim menunjukkan ketaatan mutlak ketika diminta menyembelih putranya. Nabi Ismail pun dengan penuh ketundukan bersedia menjalankan perintah itu tanpa ragu. Dari sinilah kita belajar bahwa pengorbanan bukan hanya soal menyembelih hewan kurban, tetapi juga bagaimana kita mengorbankan waktu, tenaga, pikiran, dan kenyamanan demi menaati perintah Allah serta kemaslahatan sesama,” ujar Munir.
Oleh karena itu, ia mengajak jemaah yang hadir untuk meneladani semangat pengorbanan tersebut dengan mengorbankan ego demi ketaatan serta ketakwaan kepada Allah SWT.
“Firman Allah dalam Al Qur’an Surah Al-Hajj ayat 37 menekankan bahwa hanya ketakwaan yang akan sampai kepada Allah. Ketakwaan ini diharapkan tercermin dalam kepedulian dan kerukunan umat melalui semangat ibadah kurban,” tambahnya.
Menurut Munir, membangun keimanan tidak hanya berfokus pada ritual ibadah pribadi, tetapi juga harus dipadukan dengan kepedulian terhadap lingkungan dan sosial kemasyarakatan.
“Hewan kurban yang disembelih merupakan amanah dari para shahibulqurban, yaitu warga sendiri. Sepertiga daging dikembalikan kepada mereka, dan sebagian besar lainnya dibagikan kepada masyarakat sekitar,” ungkapnya.
Di akhir ceramahnya, Munir berpesan kepada orang tua agar tidak bosan mendoakan kebaikan untuk anak-anak mereka. Ia mengingatkan sebuah hadist bahwa ada tiga doa yang tidak diragukan kemustajabannya, yaitu doa orang yang dizalimi, doa orang musafir, dan doa kedua orang tua kepada anaknya.
Sementara itu, Ketua PAC LDII Yosomulyo, Suwandi, mengonfirmasi capaian kurban tahun ini. Proses penyembelihan sengaja dibagi ke dalam dua lokasi terpisah demi efisiensi waktu dan tempat.
“Tahun ini kurban dari warga kami berjumlah lima ekor sapi dan tiga ekor kambing. Penyembelihan kami bagi di dua titik. Titik pertama di lingkungan Masjid Luhur Al-Amiin sebanyak dua ekor sapi dan dua ekor kambing. Sementara di sebelah SDN 3 Yosomulyo ada three ekor sapi dan satu ekor kambing,” jelas Suwandi.
Ia menambahkan bahwa Hari Raya Idul Adha menjadi momentum tepat untuk menumbuhkan kepedulian dan semangat berbagi antarsesama. Rangkaian kegiatan ini pun ditutup dengan tertib setelah seluruh paket daging kurban selesai didistribusikan kepada warga sekitar.
Oleh: Sofyan Gani (contributor)














