Lamongan (2/7). Guna mengarahkan potensi generasi muda di bidang teknologi dan media sosial, Pemuda PC LDII Babat menggelar Pengajian Remaja Putra yang dirangkaikan dengan pelatihan digital kreatif. Kegiatan bertajuk ‘Cara Membuat Video Konten Kreatif dan Positif di Era Digital’ tersebut dilaksanakan pada Minggu (24/5) di Masjid Baitul Firdaus, Babat, Lamongan.
Agenda ini diselenggarakan sebagai langkah strategis LDII dalam membekali para pemuda dengan keterampilan praktis, sekaligus menanamkan nilai-nilai luhur agar mereka mampu memanfaatkan ruang digital sebagai sarana penyebaran kebaikan. Dalam kegiatan ini, para peserta diajak untuk tidak hanya menjadi penonton pasif, melainkan menjadi pencipta konten yang membawa dampak kemaslahatan bagi masyarakat luas.
Hadir sebagai pemateri, Yudi Adi Nugroho, mengupas tuntas mengenai teknik, strategi, dan etika dalam memproduksi konten video di berbagai platform media sosial saat ini. Menurutnya, sebuah konten yang menarik tidak hanya dinilai dari keindahan visualnya saja, tetapi juga dari nilai kemanfaatan dan pesan moral yang terkandung di dalamnya.
“Di era digital ini, gawai dan internet harus bisa kita kendalikan untuk hal-hal yang produktif, bukan kita yang dikendalikan olehnya. Membuat video konten kreatif adalah salah satu jalan bagi remaja untuk menyalurkan bakat sekaligus menyebarkan nilai-nilai positif, mendidik, dan menginspirasi generasi muda lainnya agar melek digital yang bertanggung jawab,” jelas Yudi.
Langkah pembinaan ini mendapat dukungan penuh dan pengawalan langsung dari unsur kepemudaan LDII. Ketua Pemuda LDII Babat, Arief Chusnian, menegaskan bahwa pelatihan ini merupakan jawaban atas tantangan zaman di mana pemuda hari ini sangat lekat dengan dunia digital. Melalui kegiatan praktik langsung ini, diharapkan lahir para kreator konten muda yang memiliki karakter luhur dan siap berkontribusi untuk bangsa.
“Kami dari jajaran Pemuda LDII Babat ingin memastikan bahwa potensi kreatif yang dimiliki oleh remaja tidak terbuang sia-sia untuk hal-hal yang tidak bermanfaat di media sosial. Melalui pelatihan praktis ini, kami mendorong mereka untuk mandiri dan kreatif dalam memproduksi konten. Harapannya, ruang digital ke depan bisa dipenuhi oleh narasi-narasi yang menyejukkan, kreatif, dan mengedukasi masyarakat secara luas,” ujar Arief.
Pelatihan yang mewajibkan peserta membawa ponsel dan langsung melakukan praktik penyuntingan video ini berjalan sangat interaktif. Salah satu peserta remaja yang ikut serta, Zoga, mengaku sangat antusias dan mendapatkan banyak ilmu baru yang selama ini belum ia ketahui tentang dunia pembuatan konten.
“Pelatihan ini seru sekali karena kami tidak hanya mendengarkan teori, tapi langsung diajari praktik membuat dan mengedit video lewat HP masing-masing. Selama ini saya hanya sering menonton video orang lain, tapi setelah ikut acara ini, saya jadi tahu cara menyusun konsep video yang menarik dan tetap membawa pesan yang positif. Ini memotivasi saya untuk mulai belajar membuat konten-konten yang bermanfaat,” ungkap Zoga dengan penuh semangat.
Oleh: Sofyan Gani (contributor)














