Lamongan (2/7). DPD LDII Kabupaten Lamongan menggelar pendidikan dan pelatihan (diklat) standardisasi guru Al Quran metode Tilawati. Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200-an guru Taman Pendidikan Al Quran (TPQ) dari 22 Pimpinan Cabang (PC) LDII se-Kabupaten Lamongan di Masjid An Namiroh, Sukodadi, pada Minggu (31/5/2026). Diklat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi para pengajar dalam menyampaikan pembelajaran Al Quran di lingkungan masing-masing.
Ketua DPD LDII Lamongan, Agus Yudi, mengatakan bahwa pelatihan ini menjadi salah satu upaya organisasi untuk meningkatkan kualitas pengajaran di TPQ agar lebih efektif, menyenangkan, dan mudah dipahami oleh para santri. “Guru ngaji perlu memiliki metode pembelajaran yang baik agar proses belajar Al Quran dapat berjalan lebih optimal,” ujarnya.
Menurutnya, selama diklat berlangsung, para peserta dibekali teknik mengajar menggunakan metode Tilawati yang dikenal sistematis serta mudah diterapkan dalam pembelajaran anak-anak usia dini.
Kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh anggota DPR RI, Ahmad Labib. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya peran strategis guru Al Quran dalam membentuk karakter luhur generasi muda sebagai penerus bangsa.
Ia juga sempat berbagi cerita bahwa pengalaman mengajar ngaji pernah menjadi bagian penting dalam perjalanan hidupnya, sekaligus membentuk nilai-nilai prinsip yang dipegangnya hingga saat ini. “Pendidikan Al Quran memiliki peran penting dalam membangun karakter dan menjadi pedoman hidup yang utama,” katanya.
Melalui pelatihan intensif ini, para peserta diharapkan mampu meningkatkan kualitas pembelajaran di TPQ masing-masing serta menanamkan nilai-nilai keagamaan yang kuat kepada generasi muda di Kabupaten Lamongan.














