Jombang (12/7). Suasana Masjid Baitul Ulya pada Minggu, tampak berbeda dari biasanya. Aroma masakan memenuhi area kegiatan ketika remaja LDII dari 17 Pimpinan Anak Cabang (PAC) se-Jombang serta 1 tim dari Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa Abdul Aziz Al Manshurin berkumpul mengikuti lomba memasak yang berlangsung meriah dan penuh semangat.
Setiap kelompok tampil membawa konsep dankreasi masakan masing-masing. Tidak hanya soal rasa, peserta juga dinilai dari kreativitas penyajian, kebersihan, kekompakan tim, hingga penerapan nilai kesyar’iannya selama kegiatan berlangsung.
Sebelum lomba dimulai, Dewan Penasihat DPD LDII Kabupaten Jombang, H. Sumito memberikan pengarahan tentang pentingnya membangun kemandirian pada usia remaja. “Remaja harus belajar mandiri sejak sekarang, termasuk dalam hal sederhana seperti memasak,menjaga kebersihan, dan bekerja sama,” pesannya di hadapan para peserta.
Peserta juga mendapatkan demo memasak dari Bu Qoqo yang memperagakan cara memasak mie “Go-Cuan” dengan tampilan menarik dan praktis. Para peserta terlihat antusias memperhatikan setiap langkah memasak, mulai dari pengolahan mie hingga teknik menghias hidangan agar terlihat lebih menarik saat disajikan.
Salah satu tim yang menarik perhatian berasal dari Pondok Pesantren Pelajar Mahasiswa Abdul Aziz Al-Manshurin. Tim pondok tersebut ternyata telah melakukan persiapan sejak dua hari sebelum lomba dimulai. Mereka memanfaatkan malam Jumat dan malam Sabtu untuk berlatih memasak bersama. “Kami latihan memasak mie dan mencoba menghias hidangannya supaya lebih menarik saat lomba,” ujar salah satu peserta dari tim pondok.
Keseruan lomba semakin terasa ketika para peserta saling menunjukkan hasil masakan mereka. Ada yang sibuk menghias hidangan, ada pula yang teliti menjaga kebersihan area memasak agar tetap rapi.
Salah satu peserta perwakilan pondok, Azka, mengaku senang bisa mengikuti kegiatan tersebut. “Saya pertama kali mengikuti acara ini, asyik dan menyenangkan. Jadi bisa belajar memasak sekaligus kerjasama dengan teman-teman. Wali pondok juga mengingatkan kami untuk tetap menjagakesyarian selama lomba, seperti memakai deker, inner hijab, dan kaos kaki,”katanya dengan antusias.














