Sarolangun (13/7). Generus LDII Pasar Singkut mengikuti Evaluasi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) yang diselenggarakan DPD LDII Kabupaten Sarolangun, pada Selasa (30/6/2026). Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya meningkatkan mutu pendidikan keagamaan dan pembinaan karakter generasi muda secara berkelanjutan.
Ketua PAC LDII Desa Pasar Singkut, Cecep Sobani, mengatakan pembinaan generasi muda perlu dilakukan secara terukur melalui evaluasi yang berkesinambungan. Menurutnya, evaluasi menjadi sarana untuk mengetahui perkembangan peserta didik sekaligus memperbaiki proses pembelajaran. “Evaluasi KBM menjadi bagian penting dalam memastikan proses pembelajaran berjalan sesuai tujuan,” ujar Cecep.
Ia berharap, melalui evaluasi tersebut generus LDII dapat memiliki pemahaman agama yang baik, berakhlakul karimah, disiplin, mandiri, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
Menurutnya, keberhasilan pembinaan generasi muda memerlukan kolaborasi antara pengurus organisasi, tenaga pendidik, dan orang tua. “Dengan kerja sama yang baik, lingkungan belajar yang kondusif dapat terbentuk sehingga dapat mencetak sumber daya manusia yang profesional religius,” katanya.
Ia menambahkan, kegiatan kali ini diikuti peserta dari berbagai PAC dan PC LDII di Kabupaten Sarolangun. Penilaian mencakup kemampuan membaca Al-Qur’an, pemahaman ilmu agama, praktik ibadah, kedisiplinan, penerapan akhlakul karimah, serta 29 karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Program evaluasi ini menjadi instrumen untuk mengukur capaian proses pembelajaran. Hasil evaluasi diharapkan dapat menjadi bahan penyempurnaan metode pendidikan agar pembinaan generus berjalan lebih efektif,” tutupnya.
Evaluasi rutin tersebut menjadi bagian dari upaya DPD LDII Kabupaten Sarolangun dalam menjaga standar kualitas pendidikan sekaligus memperkuat pembentukan karakter generasi penerus.
Melalui program pembinaan yang berkesinambungan, LDII berharap lahir generasi muda yang unggul, berintegritas, religius, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa meninggalkan nilai-nilai keislaman dan kebangsaan. (*)















