Batam (13/7). DPW LDII Kepulauan Riau menggelar musyawarah dengan agenda mewujudkan kerja sama dalam mengembangan SDM di Kepri. Kegiatan yang diadakan di Aula Masjid Miftahul Huda, Bengkong, Batam, pada Sabtu (27/6/2026) ini dihadiri pula oleh jajaran pengurus Senkom Mitra Polri dan Persinas ASAD,
Ketua DPW LDII Kepri, H. Rulifa Syahroel, menjelaskan agenda itu merupakan impelemtasi Nota Kesepahaman yang telah dibuat pada tahun 2022 lalu guna mewujudkan sinergitas antar organisasi. Menurutnya, sinergi dari ketiga organisasi ini perlu diarahkan untuk membangun sumber daya manusia yang profesional religius dan memiliki wawasan kebangsaan.
“LDII memiliki delapan program prioritas, di mana empat di antaranya berfokus pada pembangunan sumber daya manusia yang profesional religius. Silat bagi LDII bukan hanya sekadar bela diri, tetapi juga sebagai wadah pembinaan karakter kebangsaan,” tegas Rulifa.
Ia menjelaskan, pembinaan 29 karakter luhur perlu terus ditanamkan, terutama kepada anggota Persinas ASAD dan Senkom Mitra Polri. Dengan pembinaan tersebut, anggota organisasi diharapkan mampu menjadi teladan di tengah masyarakat melalui sikap santun, disiplin, dan berbudi pekerti luhur.
Rulifa menilai, kerja sama ketiga lembaga selama ini telah memberikan manfaat bagi warga dan masyarakat. “Senkom amat berperan dalam membantu pengamanan berbagai kegiatan LDII, sementara Persinas ASAD menjadi wadah bagi generasi muda untuk mencapai prestasi, ini semua sudah dirasakan oleh banyak orang,” jelasnya.
Sekretaris Pengprov Senkom Mitra Polri Kepri, H. Subadiyanto, menekankan pentingnya komitmen bersama dalam menjalankan program kerja yang telah disepakati. Menurutnya, setiap program perlu dilaksanakan melalui musyawarah, koordinasi yang baik, serta mengedepankan nilai kepemimpinan dan wawasan kebangsaan.
Ia mengatakan, kerja sama Senkom dengan LDII dalam meningkatkan pemahaman wawasan kebangsaan dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap Asta Cita pemerintah. “Sehingga moral dan karakter generasi penerus bangsa yang profesional religius seperti digaungkan LDII, bisa terwujud untuk menyongsong Indonesia Emas 2045 nanti,” tutur Subadiyanto.
Sementara itu, Ketua Pengprov Persinas ASAD Kepri, Dian Cahyo, menyampaikan bahwa sinergi tersebut diharapkan dapat melahirkan atlet dan pendekar yang tidak hanya kuat secara fisik, tetapi juga memiliki akhlakul karimah, mental spiritual yang tangguh, serta menjunjung tinggi sportivitas. “Pencak silat adalah warisan budaya bangsa yang tetap terpelihara di kalangan pesantren sebagai kegiatan olahraga dan sarana melatih kedisiplinan diri,” ucap Dian.
Dalam forum tersebut, ketiga organisasi sepakat memperkuat program kolaboratif, mulai dari pembinaan karakter, pengamanan lingkungan, pelestarian budaya pencak silat, hingga aksi sosial kemasyarakatan di berbagai wilayah Kepri.
Melalui musyawarah tersebut, diharapkan keputusan yang telah di ambil dapat mendukung pembinaan generasi muda yang berakhlak mulia, disiplin, berwawasan kebangsaan, serta siap menyongsong Indonesia Emas 2045. (TNH)














