Timika (27/7). PC LDII Distrik Mimika Baru bersama PC LDII Distrik Wania menggelar pengajian rutin khusus putri di Masjid Ainil Yaqin, Jalan Ahmad Yani, Timika, Papua Tengah, pada Minggu (5/7/2026). Kegiatan yang dilaksanakan setiap bulan pada pekan pertama tersebut diikuti peserta dari berbagai wilayah di Kabupaten Mimika. Pengajian diisi dengan pembelajaran Al-Qur’an makna keterangan oleh Ustazah Alvita, Al-Hadis oleh Ustazah Ayu Fariska, serta nasihat agama oleh Ust. Siswandi.
Ketua DPD LDII Kabupaten Mimika, La Ode Muh Norris Ashara, mengatakan pengajian putri menjadi bagian dari pembinaan berkelanjutan bagi warga LDII. Menurutnya, pembinaan perempuan memiliki peran penting dalam memperkuat kualitas keluarga.
“Pengajian putri adalah investasi jangka panjang dalam membangun keluarga yang religius dan masyarakat yang berakhlak mulia,” ujar Norris.
Ia menegaskan, LDII Mimika berkomitmen menjaga konsistensi pengajian rutin tersebut. Kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman agama, membentuk karakter muslimah yang tangguh, serta mendukung pembinaan generasi muda di lingkungan keluarga.
Ketua PC LDII Distrik Wania, Chusnul Rofiq, mengatakan pengajian tersebut juga menjadi wadah silaturahim antar wanita muslimah. Selain memperdalam ilmu agama, kegiatan rutin ini diharapkan memperkuat ukhuwah Islamiyah.
“Kami berharap ibu-ibu semakin bersemangat mengikuti kegiatan ini, sehingga manfaatnya dapat dirasakan dalam kehidupan sehari-hari,” ungkap Rofiq.
Dalam nasihatnya, penceramah Ust. Siswandi menekankan pentingnya membentuk karakter muslimah salehah. Menurutnya, perempuan memiliki peran besar dalam menjaga keharmonisan rumah tangga dan menjadi teladan bagi anak-anak.
“Muslimah salehah adalah tiang utama dalam keluarga. Dengan pemahaman agama yang kuat, ibu-ibu dapat menjadi teladan bagi anak-anak dan menjaga keharmonisan rumah tangga,” ujar Siswandi.
Melalui pengajian rutin tersebut, LDII Mimika berharap kualitas pemahaman agama warga terus meningkat. Kegiatan ini juga diharapkan melahirkan generasi penerus yang berilmu, berakhlak mulia, mandiri, serta memiliki selalu menjaga ukhuwah islamiyah. (Muslimin KIM)














