Boyolali (17/10). DPD LDII Kabupaten Boyolali menghadiri undangan sosialisasi dari Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah. Kegiatan yang berlangsung di Aula Badan Kesbangpol Kabupaten Boyolali pada Rabu (7/10/2026) ini bertujuan membangun komitmen organisasi kemasyarakatan (ormas) terhadap nilai-nilai Pancasila guna menjaga stabilitas sosial dan keutuhan NKRI.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Kepala Kesbangpol Kabupaten Boyolali Bambang Sutanto. Dalam sambutannya, Bambang mengungkapkan pentingnya sinergi dan komitmen bersama antara pemerintah, masyarakat, ormas, lembaga pendidikan, serta komponen masyarakat lainnya. Ia menegaskan bahwa Pancasila tidak hanya untuk dihafalkan, tetapi juga harus dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.
Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Danramil 01/Boyolali Kodim 0724/Boyolali Puji Raharjo, perwakilan Polres Boyolali Ibnu Subagyo, serta Rektor Universitas Boyolali Nanik Sutarni. Sementara perwakilan dari DPD LDII Boyolali dihadiri oleh Sekretaris Dwi Suharno, Bagian Pendidikan Keagamaan dan Dakwah Sholihin, serta perwakilan Bagian Kepemudaan Muh. Nurhuddin WP dan Muhammad Dawud.
Danramil 01/Boyolali Kodim 0724/Boyolali, Puji Raharjo menjelaskan bahwa membangun kesadaran bela negara merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga negara. Ormas memiliki peran strategis karena berada dekat dengan kehidupan masyarakat sehingga dapat menjadi wadah untuk mengembangkan kepedulian, gotong royong, persatuan, disiplin, dan tanggung jawab sosial.
“Bela negara dapat dimulai dari tindakan sederhana, seperti membantu sesama, menjaga lingkungan, menghargai perbedaan, melestarikan budaya, menggunakan media sosial secara bertanggung jawab, serta aktif menyelesaikan persoalan masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Polres Boyolali Ibnu Subagyo menekankan bahwa ormas merupakan mitra strategis Polri dalam menjaga kondusivitas dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Salah satu upayanya adalah mengimbau setiap anggota ormas agar bijak bermedia sosial serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.
“Dibutuhkan komitmen bersama antara ormas dan Polri. Bukan untuk saling berhadapan, melainkan bersama-sama menjaga persatuan dan kesatuan NKRI,” tegasnya.
Rektor Universitas Boyolali Nanik Sutarni menambahkan bahwa partisipasi ormas dalam mewujudkan tata kehidupan masyarakat yang demokratis, toleran, dan ber-Pancasila sangatlah penting. Menurutnya, keamanan dan kedaulatan memberikan ruang bagi tumbuhnya demokrasi. Sebaliknya, kepatuhan hukum, toleransi, dan etika Pancasila menjadi fondasi agar ketertiban sosial dapat bertahan secara berkelanjutan.
Ia juga menyoroti pentingnya pendidikan etika bermedia sosial bagi anak yang dimulai dari lingkungan keluarga. Penggunaan media sosial oleh anak di bawah umur saat ini sulit dihindari, sehingga peran orang tua sangat krusial untuk mencegah paparan konten negatif maupun penyalahgunaan media sosial.














