Gunungkidul (16/10). PC LDII Kapanewon Tanjungsari melalui Seksi Pendidikan dan Dakwah menggiatkan program Pengajian Cabe Rawit secara berkala di Kapanewon Tanjungsari, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan pembinaan keagamaan tersebut menyasar anak-anak usia Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Taman Kanak-kanak (TK), hingga Sekolah Dasar (SD).
Program pengajian ini dilaksanakan secara rutin sebanyak lima kali pertemuan dalam seminggu. Setiap sesi pengajian berlangsung selama 60 hingga 90 menit guna menjaga efektivitas belajar tanpa membebani anak-anak.
Materi pengajaran yang diberikan mencakup pengenalan huruf hijaiyah, doa-doa harian, hafalan surat pendek, serta pembiasaan adab dan akhlak mulia. Pembelajaran disajikan secara interaktif agar sesuai dengan tingkat perkembangan usia anak.
Ketua PC LDII Tanjungsari Haryono menjelaskan bahwa pengajian rutin ini merupakan bagian dari komitmen organisasi dalam membentuk karakter generasi penerus sejak usia dini.
“Masa usia dini merupakan periode emas untuk menanamkan pemahaman agama dan akhlakul karimah. Melalui pengajian yang diadakan lima kali seminggu, kami ingin membiasakan anak-anak dekat dengan Al-Qur’an sejak kecil,” ujar Haryono.
Haryono menambahkan bahwa keberhasilan pembinaan tidak hanya bergantung pada pengajar di masjid, tetapi juga membutuhkan sinergi dan pendampingan aktif dari para orang tua di rumah. Menurutnya, motivasi serta pengulangan materi di rumah menjadi kunci agar anak-anak tetap konsisten belajar.
Selain itu, PC LDII Tanjungsari mengapresiasi dukungan penuh dari para pengurus takmir masjid di wilayah Tanjungsari yang telah memfasilitasi sarana dan prasarana kegiatan. Sinergi antara pengurus organisasi, tenaga pengajar, dan takmir masjid diharapkan dapat menjaga keberlanjutan pembinaan generasi muda di Kabupaten Gunungkidul.














