Jombang (30/6). Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya, mengapresiasi penyelenggaraan Perkemahan Akhir Tahun Ajaran (Permata) Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 Tahun 2026 sebagai salah satu upaya strategis membentuk generasi muda yang tangguh, mandiri, dan berkarakter. Menurutnya, pembinaan generasi unggul merupakan fondasi utama dalam mewujudkan visi Indonesia Emas 2045.
Pernyataan tersebut disampaikan Dody saat menghadiri pembukaan Permata CAI yang secara resmi dibuka Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka di Bumi Perkemahan Kosambiwojo, Wonosalam, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, Senin (29/6/2026).
Dody menilai pesan yang disampaikan Wakil Presiden mengenai pentingnya membangun generasi mandiri sangat sejalan dengan komitmen LDII dalam membina sumber daya manusia yang profesional religius. Menurutnya, bonus demografi hanya akan menjadi keuntungan apabila diiringi lahirnya generasi yang memiliki akhlak mulia, kecakapan, serta daya saing di tingkat global.
“LDII memiliki perhatian besar terhadap pembinaan generasi muda. Di tengah perubahan dunia yang berlangsung sangat cepat, Indonesia membutuhkan generasi yang beriman, bertakwa, berakhlak mulia, menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi, sekaligus memiliki kemandirian dan kemampuan beradaptasi,” ujar Dody.
Ia menjelaskan, komitmen tersebut telah menjadi program strategis organisasi sejak Musyawarah Nasional VII LDII pada 2011 melalui penguatan konsep generasi profesional religius. Menurutnya, karakter tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda dalam mengelola potensi sumber daya alam Indonesia secara bertanggung jawab sekaligus menjaga daya saing bangsa di tengah dinamika geopolitik global.
Dody menambahkan, DPP LDII bersama para alumni Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, Pondok Pesantren Gadingmangu Jombang, dan Pondok Pesantren Al Ubaidah Kertosono selama ini menjadi mitra dalam pembinaan generasi muda. Melalui kolaborasi tersebut, LDII turut berkontribusi dalam menyiapkan kader-kader calon pemimpin bangsa di berbagai sektor.
“Pada kegiatan Permata CAI ini, kami mendapat kesempatan berbagi materi mengenai strategi pembinaan karakter, kaderisasi, serta kepemimpinan bagi generasi muda agar mampu menjadi pemimpin yang amanah dan profesional di masa mendatang,” jelasnya.
Menurut Dody, Permata CAI tidak hanya menjadi kegiatan perkemahan, tetapi juga menjadi ruang pembelajaran yang membentuk disiplin, tanggung jawab, kepemimpinan, kepedulian sosial, dan semangat kebangsaan. Nilai-nilai tersebut dinilai sangat relevan dalam menghadapi tantangan era digital dan persaingan global yang semakin kompetitif.
Ia berharap kegiatan seperti Permata CAI terus dikembangkan sebagai bagian dari investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia Indonesia. Dengan sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, organisasi kemasyarakatan, dan pesantren, Dody optimistis akan lahir generasi yang unggul, berintegritas, serta mampu membawa Indonesia menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.








