Mimika (1/6). Tata kelola penyembelihan hewan kurban yang diterapkan warga LDII Kabupaten Mimika mendapat apresiasi dari Bupati Mimika Johannes Rettob. Hal itu ia ungkapkan saat meninjau lokasi pemotongan hewan kurban pada Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Rabu (27/5/2026).
“Saya selalu mengapresiasi LDII karena tata cara pemotongan hewan mereka sudah luar biasa. Mereka membagi kepanitiaan ke dalam kelompok-kelompok sesuai tugasnya, ada yang khusus menangani bagian hati dan ada bagian lainnya. Ini manajemen yang luar biasa,” ujar Johannes Rettob.
Dalam kunjungan tersebut, Bupati didampingi Ketua TP PKK Mimika, Suzy Rettob dan Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Kabupaten Mimika, Emma Kornelia Korwa. Sebelum mengunjungi lokasi kurban LDII, Bupati telah meninjau sejumlah titik penyembelihan hewan kurban di berbagai masjid.
“Tadi pagi saya berkeliling meninjau beberapa tempat pemotongan hewan kurban, terutama di masjid-masjid. Setelah dari sini, saya rencananya akan mengunjungi dua lokasi lagi,” katanya.
Johannes menilai sistem pengumpulan dan pendistribusian hewan kurban yang dilakukan warga LDII menjadi salah satu praktik baik yang dapat diterapkan di tempat lain. Menurutnya, partisipasi jemaah dalam menghimpun hewan kurban menunjukkan tingginya semangat kebersamaan dan kepedulian sosial.
“Luar biasa, semuanya bersumber dari umat. Hewan kurban ini dikumpulkan dari jemaah di tingkat kelurahan hingga distrik, lalu disatukan di sini untuk kemudian didistribusikan kembali. Ini adalah metode yang sangat baik dan patut ditiru oleh tempat lain,” ujarnya.
Pada Idul Adha tahun ini, warga LDII Mimika menyembelih 17 ekor sapi dan 12 ekor kambing. Sebanyak 16 ekor sapi berasal dari swadaya jemaah, sementara satu ekor sapi merupakan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Mimika.
Bupati juga menegaskan komitmen pemerintah daerah dalam mendukung pelaksanaan ibadah kurban, termasuk memastikan seluruh hewan yang disembelih telah melalui pemeriksaan kesehatan sehingga aman untuk dikonsumsi masyarakat.
Sementara itu, Kepala Disnakkeswan Mimika, Emma Kornelia Korwa, mengatakan pihaknya menerjunkan 30 petugas ke berbagai lokasi penerima bantuan hewan kurban dari pemerintah daerah untuk melakukan pemeriksaan kesehatan ternak.
“Kami mengerahkan 30 petugas yang didistribusikan ke seluruh masjid penerima bantuan Pemda. Tugas mereka adalah melakukan pemeriksaan untuk memastikan ternak kurban benar-benar sehat dan layak makan,” ujar Emma.
Terkait hasil pemeriksaan, Emma menjelaskan petugas menemukan cacing pada organ hati salah satu hewan kurban. Namun, temuan tersebut tidak memengaruhi kualitas daging secara keseluruhan karena bagian yang terinfeksi langsung dipisahkan.
“Memang ada temuan cacing di bagian hati. Namun, bagian organ yang terinfeksi sudah langsung dipisahkan. Secara keseluruhan, dagingnya dinyatakan tetap aman dan layak dikonsumsi karena cacing tersebut tidak menyebar atau memengaruhi bagian daging,” jelasnya.
Melalui pengelolaan yang terorganisasi dan pengawasan kesehatan yang ketat, pelaksanaan kurban di LDII Mimika diharapkan dapat memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat sekaligus menjadi contoh tata kelola kurban yang baik.








