Manokwari (20/8). Biro Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) DPW LDII Papua Barat menggelar rapat koordinasi bersama Departemen PKK DPP LDII secara daring melalui Zoom, Sabtu (25/7/2026). Kegiatan tersebut juga diikuti pengurus LDII Papua secara daring sebagai upaya memperkuat pembinaan keluarga dan remaja putri.
Ketua LDII Papua Barat, H. Suroto, mengatakan setiap departemen dan biro perlu menjalankan program secara aktif agar pembinaan organisasi dapat berjalan sesuai tujuan.
“Biro PKK juga perlu terus bergerak dan mengembangkan program yang mendukung pendidikan karakter dalam keluarga,” ujarnya.
Menurut Suroto, keluarga memiliki peran penting dalam membangun kebiasaan dan karakter anak. Karena itu, pembinaan keluarga perlu diarahkan pada penerapan nilai-nilai agama dan 29 Karakter Luhur dalam kehidupan sehari-hari.
“Pembinaan keluarga saat ini perlu menyentuh berbagai aspek, mulai dari kelancaran ibadah, pendidikan generasi penerus, hingga pembentukan 29 Karakter Luhur. Semua itu perlu diupayakan secara konsisten di lingkungan keluarga,” katanya.
Dalam acara itu, peserta juga membahas penguatan kepengurusan dan penyusunan program kerja Biro PKK.
“Salah satu fokus pembahasan kali ini adalah program keputrian,guna mendukung calon ibu untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki kehidupan pernikahan,” tambahnya.
Selain pembinaan keagamaan, program PKK juga diarahkan untuk membantu meningkatkan kemandirian ekonomi keluarga melalui pendekatan minat dan bakat.
“Program keputrian dapat dikembangkan agar dapat membantu perempuan meningkatkan kualitas ibadah, menguatkan peran dalam keluarga, sekaligus mengembangkan potensi yang dapat mendukung perekonomian keluarga,” tutur Suroto.
Melalui rapat koordinasi tersebut, LDII Papua Barat berupaya mengoptimalkan peran Biro PKK dalam menjalankan program pembinaan keluarga, sehingga nilai-nilai agama dan 29 Karakter Luhur dapat semakin diterapkan dalam kehidupan keluarga.














