Manokwari (20/8). Memperingati Hari Anak Nasional (HAN) ke-42, LDII Papua Barat mendorong penguatan pendidikan karakter anak sejak usia dini melalui pembinaan di tingkat TPA/TPQ.
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”. Tema tersebut menekankan pentingnya pemenuhan hak anak, perlindungan dari kekerasan, perundungan, dan ancaman digital, serta investasi pada pendidikan, kesehatan, dan pengembangan potensi anak.
Ketua LDII Papua Barat, H. Suroto, mengatakan perhatian terhadap anak perlu dilakukan secara menyeluruh. Selain pemenuhan gizi dan pendidikan formal, orang tua juga perlu memberikan pembiasaan karakter sejak usia dini.
“Anak perlu mendapatkan kesempatan tumbuh dan berkembang dengan baik. Selain gizi seimbang dan pendidikan di sekolah, penanaman karakter luhur juga perlu menjadi perhatian. Kejujuran, tanggung jawab, berbicara dengan baik, dan sopan santun perlu dibiasakan sejak dini,” ujarnya.
Menurut Suroto, pembinaan karakter menjadi bagian penting dalam mempersiapkan generasi menghadapi tantangan masa depan.
“Melalui pembinaan di TPA dan TPQ, kami berupaya mengenalkan dan membiasakan 29 Karakter Luhur dalam kehidupan sehari-hari. Harapannya, anak-anak memiliki bekal untuk tumbuh menjadi generasi yang alim-faqih, berakhlakul karimah, dan mandiri,” katanya.
Ia menambahkan, pembentukan karakter membutuhkan proses yang konsisten dan keterlibatan orang tua, pendidik, serta lingkungan.
“Karakter tidak cukup hanya diajarkan, tetapi perlu dipraktikkan dan dicontohkan terus-menerus. Dengan pembinaan yang konsisten, anak diharapkan memiliki pegangan dalam menghadapi perkembangan zaman,” tuturnya.
Melalui momentum Hari Anak Nasional, LDII Papua Barat terus mengupayakan penguatan pembinaan generasi sejak dini agar anak tumbuh sehat, berilmu, berakhlak, dan memiliki kemandirian sebagai bekal berkontribusi bagi bangsa menuju Indonesia Emas 2045.














