Prabumulih (23/7). DPD LDII Kota Prabumulih bersama LDII Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) menggelar Festival Anak Sholih (FAS) 2026. Kegiatan tersebut menjadi ajang evaluasi pembinaan generasi penerus (generus) usia PAUD hingga SD di lingkungan LDII. Sekitar 600-an anak-anak memengkuti acara di GSG Ponpes Sabilul Muttaqin, Kota Prabumulih, pada Minggu (28/6/2026).
Ketua DPD LDII Kota Prabumulih, Suhermanto Muis, mengatakan pembinaan generus perlu dilakukan sejak usia dini. Menurutnya, penanaman karakter pada anak-anak akan menjadi bekal penting dalam membentuk generasi yang profesional religius. “Anak yang sholih harus dimulai sejak dini, karena menanamkan karakter pada usia dini akan melekat sampai mereka dewasa, seperti mengukir di atas batu, kuat dan utuh,” ujar Suhermanto.
Ia menambahkan, FAS menjadi salah satu sarana untuk menumbuhkan semangat belajar ilmu agama maupun ilmu umum. “Semangat menuntut ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu akhirat, sehingga terwujud 29 karakter luhur generus LDII,” katanya.

Pembina PPG Kota Prabumulih, Ijar Zamri, menilai FAS tidak hanya menjadi ajang perlombaan, tetapi juga ruang pembiasaan karakter bagi anak-anak. Menurutnya, kegiatan ini membantu peserta memahami adab, kemandirian, dan kedisiplinan sejak dini. “FAS bukan sekadar lomba, tetapi ruang pembiasaan moral anak. Kami ingin peserta memahami adab, kemandirian, serta disiplin yang kelak menguatkan fondasi perjalanan mereka sebagai generasi penerus,” tuturnya.
Ia menjelaskan, 29 karakter luhur generus LDII menjadi dasar pembinaan agar anak-anak memiliki akhlak yang kuat dan kompetensi masa depan. Karakter seperti jujur, rukun, kerja keras, cerdas, dan bertanggung jawab perlu terus ditanamkan melalui keluarga, pendidikan, dan lingkungan pembinaan. “Kompetisi ini hanya pintu awal. Yang lebih penting ialah bagaimana para orang tua dan pendidik terus menguatkan karakter tersebut dalam keseharian anak-anak,” tambahnya.
Ketua Panitia FAS 2026, Pele Pardiansyah, mengatakan kegiatan tersebut diikuti sekitar 628 peserta dari TPQ LDII wilayah Kota Prabumulih dan Kabupaten PALI. Menurutnya, festival ini juga menjadi sarana silaturahim antarsantri dari berbagai TPQ LDII. “FAS diikuti sekitar 628 peserta dari seluruh TPQ LDII wilayah Kota Prabumulih dan Kabupaten PALI. Festival ini bertujuan sebagai ajang silaturahim dari TPQ ke TPQ LDII,” ujar Pele.
Ia menambahkan, FAS juga menjadi bentuk munaqosah untuk mengetahui sejauh mana target pembelajaran anak-anak telah tercapai, khususnya peserta usia PAUD hingga kelas enam SD. “Kami berharap melalui FAS 2026 maka kualitas pendidikan keagamaan generus semakin meningkat dan anak-anak dapat tumbuh menjadi pribadi yang berakhlakul karimah, mandiri, dan berkarakter luhur,” harap Pele. (Hadi)














