Serang (19/6). Rangkaian Pelatihan Jurnalistik Mahir Dasar yang diselenggarakan oleh DPW LDII Provinsi Banten memasuki hari kedua pada Sabtu (30/5/2026). Kegiatan yang berlangsung di Gedung LDII Banten, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang ini diisi oleh pemateri dari jajaran pengurus pusat yang berbagi pengalaman mengenai komunikasi dan media informasi.
Pada sesi materi, para peserta mendapatkan pembekalan mengenai pengelolaan media dalam menyampaikan informasi yang edukatif kepada masyarakat luas. Narasumber pelatihan dari Ketua Departemen (Kadep) Komunikasi, Informasi, dan Media (KIM) DPP LDII, Ludhy Cahyana, menjelaskan perkembangan dunia informasi saat ini menghadirkan arus berita yang dinamis, di mana fakta dan opini seringkali bercampur. Oleh sebab itu, akurasi menjadi hal yang sangat mendasar.
“Pengelola media diharapkan memiliki kemampuan dalam memilah informasi serta melihat peluang untuk menyampaikan pesan yang bermanfaat bagi masyarakat. Media memiliki peran penting dalam membangun pemahaman publik, sehingga diperlukan tanggung jawab yang besar,” tuturnya.
Dalam pemaparannya, ia juga menceritakan kilas balik perkembangan tim media LDII yang dikenal dengan nama LINES. Sejak dibentuk pada tahun 2013, LINES terus berproses meningkatkan kualitas sumberdaya manusia maupun karya jurnalistiknya di berbagai daerah. Peningkatan kemampuan teknis tersebut berjalan seiring dengan pengelolaan media yang bertanggung jawab.
Selain membahas pengelolaan media secara umum, para peserta yang terdiri dari generasi muda se-Provinsi Banten ini juga mendapatkan wawasan mengenai pentingnya membangun kerja sama tim.
Keberhasilan sebuah media informasi tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, melainkan melalui manajemen kerja yang terstruktur. Hal ini meliputi pelaksanaan rapat redaksi yang berkala, koordinasi lapangan yang matang, serta pemantauan program kerja secara disiplin.
Lebih lanjut, Ludhy menjelaskan bahwa pembagian tugas dan fungsi yang jelas dalam tim sangat diperlukan. Sebelum bertugas di lapangan, para pengelola media komunitas perlu dibekali dengan pelatihan yang memadai, “Keterbatasan sarana bukan menjadi penghalang untuk berkarya karena pengembangan fasilitas dapat dilakukan secara bertahap. Selain perangkat dokumentasi standar, pemenuhan kebutuhan alat audiovisual juga menjadi bagian penting untuk mendukung kualitas penyajian informasi kepada masyarakat,” pungkasnya.
Menutup sesi materi, Ludhy mengajak para peserta untuk terus konsisten belajar dan tidak berkecil hati apabila pengelolaan media di daerah masing-masing belum berkembang secara optimal. Keberhasilan yang diraih saat ini merupakan buah dari proses panjang yang dijalani dengan tekun.
Melalui pelatihan hari kedua ini, pengurus wilayah berharap para generasi muda dapat mengimplementasikan tata kelola media yang baik di tingkat kabupaten/kota demi menyajikan informasi yang akurat dan bermanfaat bagi masyarakat luas.














