Palembang (14/8). LDII Palembang menggelar pengajian bagi da’i atau pengajar LDII se-kota Palembang di Masjid Al-Fatah Kenten, Palembang, (29/7). Kegiatan tersebut menjadi sarana memperkuat semangat dakwah sekaligus meningkatkan kemampuan para pendakwah dalam membina jamaah.
Wanhat LDII Kota Palembang, H. Yunus Iskandar, mengapresiasi kehadiran para peserta dari unsur mubaligh dan mublighat. Menurutnya, pengajian ini menjadi momentum untuk kembali mengingat amanah dakwah yang diemban para ulama. “Menjadi dai, daiyah, mubaligh, maupun mubalighat bukan sekadar menjalankan tugas menyampaikan materi agama, tetapi juga tanggung jawab untuk menjadi teladan dalam kehidupan sehari-hari,” tekannya.
Pemateri pengajian Ustaz H. Fauzi mengajak para da’i untuk terus meningkatkan kemampuan dan semangat dalam menjalankan tugasnya. Menurutnya, seorang pendakwah perlu mengamalkan ilmu yang disampaikan agar nasihat yang diberikan memiliki keteladanan. “Kita harus semangat menjadi pendakwah yang handal, yang mampu mengamalkan isi Al Quran dan Hadis,” ujarnya.
Fauzi juga mengingatkan pentingnya menyebarluaskan ilmu yang telah dipelajari kepada jamaah. Menurutnya, ilmu yang diamalkan oleh orang lain dapat menjadi amal yang terus mengalir bagi orang yang mengajarkannya. “Ilmu kita sebarkan akan menjadi jariyah pahala sampai hari kiamat,” katanya.
Ia menambahkan, amanah menjadi mubaligh dan mubalighot perlu disyukuri dengan terus belajar dan meningkatkan kualitas diri. Menurutnya, pendakwah harus memiliki semangat untuk memahami agama sekaligus mengamalkannya sebelum menyampaikan kepada orang lain.
“Kesempatan menjadi dai dan daiyah adalah amanah yang harus disyukuri. Karena itu, kita harus terus belajar, mengamalkan ilmu, kemudian menyampaikannya kepada masyarakat dengan sungguh-sungguh,” tuturnya.
Pengajian tersebut diikuti peserta dari unsur mubaligh di berbagai wilayah di Palembang. Melalui kegiatan tersebut, LDII Palembang berharap para da’i semakin solid dalam menjalankan dakwah serta mampu membina jamaah melalui pengajaran Al Quran dan Hadist.














