Kediri (18/8). Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui pengibaran bendera, tetapi juga diwujudkan dengan menyiapkan generasi penerus yang berkarakter, berilmu, dan memiliki kepedulian terhadap bangsa. Semangat tersebut tercermin dalam Upacara Pengibaran Bendera HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang diikuti ribuan santri, guru, dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri, Senin (17/8).
Upacara yang berlangsung khidmat di Halaman Gedung Wali Barokah tersebut mengusung tema nasional “Indonesia Berdaulat, Adil dan Makmur”. Ketua Ponpes Wali Barokah, KH Sunarto, bertindak sebagai pembina upacara.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Pengurus Yayasan Wali Barokah, para sesepuh pondok, kepala SMP-SMA Wali Barokah Boarding School, Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI), perangkat Kelurahan Burengan dan Banjaran, serta tokoh agama dan tokoh masyarakat setempat.
Dalam amanatnya, KH Sunarto mengajak seluruh peserta menjadikan peringatan kemerdekaan sebagai momentum untuk mengenang jasa para pahlawan sekaligus meneruskan nilai perjuangan mereka dalam kehidupan sehari-hari.

“Melalui peringatan ini, mari kita menaruh rasa hormat dan bisa mewarisi semangat nasionalisme dan patriotisme para pejuang kemerdekaan yang telah berkorban, baik jiwa raga maupun harta bendanya untuk berjuang mengusir penjajah dari bumi pertiwi yang kita cintai,” ujar KH Sunarto.
Menurutnya, kemerdekaan yang telah diperjuangkan para pahlawan harus diisi dengan kegiatan positif dan kontribusi nyata. Salah satunya melalui pendidikan yang mampu membentuk generasi dengan kecerdasan intelektual, spiritual, dan emosional.
“Kemerdekaan ini harus kita isi dengan kegiatan-kegiatan yang bermanfaat. Pendidikan menjadi salah satu jalan untuk menyiapkan generasi penerus agar mampu membawa bangsa ini menjadi lebih baik,” tuturnya.
KH Sunarto menegaskan, pesantren bersama lembaga pendidikan formal memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan generasi unggul. Para santri dan siswa tidak cukup hanya menguasai ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki karakter luhur yang menjadi bekal dalam kehidupan bermasyarakat.
“Khusus bagi generasi penerus, para santri pondok dan siswa-siswi sekolah formal, kalian semua betul-betul dipersiapkan agar menjadi generasi unggul, sukses dalam mencapai ilmu dunia, ilmu akhirat, serta memiliki dan bisa mempraktikkan 29 karakter luhur,” tegasnya.
Ia berharap para santri mampu menjadi generasi yang profesional sekaligus religius. Keseimbangan tersebut, menurutnya, penting agar lulusan pesantren mampu menghadapi tantangan zaman tanpa kehilangan nilai-nilai moral dan spiritual.
“Jadilah generasi penerus yang profesional religius, memiliki kecerdasan intelektual, kecerdasan spiritual, dan kecerdasan emosional. Semua itu harus diwujudkan dalam perilaku sehari-hari,” katanya.
Selain penguatan nasionalisme dan karakter, KH Sunarto memberikan perhatian khusus terhadap terciptanya lingkungan pendidikan yang aman dan harmonis. Ia mengingatkan para santri dan siswa untuk menjaga hubungan baik dengan sesama serta menghindari perundungan atau bullying.
“Dalam kehidupan sehari-hari, para santri dan siswa-siswi sekolah hendaknya membiasakan disiplin, semangat dalam mencari ilmu, berperilaku sopan, rukun, kompak dan bekerja sama yang baik, serta saling membantu sesama teman,” ujarnya.
Ia menambahkan, tidak boleh ada tindakan yang merendahkan atau menyakiti teman di lingkungan pendidikan.
“Jangan sampai membully. Mari kita ciptakan lingkungan yang aman, nyaman, saling menghargai, sekaligus membiasakan pola hidup bersih dan sehat,” imbaunya.
Sementara itu, Sekretaris Ponpes Wali Barokah, Daud Soleh, mengatakan upacara peringatan HUT RI menjadi bagian dari pembinaan kebangsaan yang dilakukan secara berkelanjutan di lingkungan pesantren.
“Peringatan HUT RI di Ponpes Wali Barokah bukan sekadar rutinitas tahunan. Ini menjadi momentum untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan kepada para santri,” kata Daud.
Menurutnya, santri merupakan bagian dari generasi penerus bangsa yang memiliki tanggung jawab untuk menjaga persatuan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
“Kami ingin memastikan para santri tidak hanya matang secara keilmuan agama, tetapi juga memiliki rasa cinta tanah air yang kuat. Mereka harus memahami bahwa menjadi santri juga berarti memiliki tanggung jawab untuk memberikan kontribusi positif bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ujarnya.
Daud menambahkan, semangat nasionalisme perlu berjalan beriringan dengan pembentukan karakter. Karena itu, nilai-nilai seperti kerukunan, kekompakan, kerja sama, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama terus ditanamkan dalam keseharian para santri.
“Karakter tidak cukup diajarkan, tetapi harus dipraktikkan. Karena itu, momentum seperti HUT Kemerdekaan menjadi pengingat bagi kita semua untuk terus menerapkan karakter luhur dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Ia berharap para santri dapat meneruskan semangat para pahlawan dengan cara yang sesuai dengan tantangan zaman, yakni melalui pendidikan, pengabdian, prestasi, dan kontribusi nyata di tengah masyarakat.
Melalui peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI, Ponpes Wali Barokah menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, harmonis, dan berorientasi pada pembentukan karakter. Dengan bekal ilmu agama, ilmu pengetahuan, nasionalisme, dan 29 karakter luhur, para santri dipersiapkan menjadi generasi profesional religius yang mampu mengambil peran dalam menjaga persatuan serta berkontribusi bagi kemajuan Indonesia.














