Klaten (7/11). Puluhan santri Pondok Pesantren Al-Manshurin bersama jajaran pembina Yayasan Al-Khaqi Manshurina Abadi mengikuti Apel Peringatan Hari Santri Nasional (HSN). Kegiatan kebangsaan tersebut dipusatkan di Alun-Alun Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Apel akbar yang diselenggarakan pada Kamis (22/10/2026) ini diikuti oleh ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat. Upacara dipimpin langsung oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Bupati Klaten, Mahanni Yulindha Pratiwi dan turut dihadiri oleh jajaran Forkopimda, instansi pemerintah, tokoh agama, pimpinan pondok pesantren, serta jajaran pimpinan ormas Islam se-Kabupaten Klaten.
Dalam sambutannya, Mahanni berharap pondok pesantren mampu melahirkan sumber daya manusia yang unggul, berdaya saing, dan bermartabat.
“Penguasaan ilmu agama, keluhuran akhlak, serta kecakapan teknologi menjadi bekal krusial bagi para santri dalam menjawab tantangan zaman dan hal ini sekaligus menjadi kontribusi secara nyata bagi negara,” ujar Mahanni.
Senada dengan hal tersebut, Ketua DPD LDII Kabupaten Klaten, Sigit Winoto menegaskan bahwa perhelatan HSN menjadi momentum strategis untuk memperkuat pembinaan karakter generasi muda, khususnya dalam menanamkan budi pekerti yang luhur.
“Santri dan generasi muda perlu membiasakan perilaku santun, menghormati sesama, menjaga kerukunan, serta mengamalkan nilai-nilai agama dalam kehidupan sehari-hari,” tutur Sigit.
Ia menambahkan bahwa pembentukan karakter merupakan fondasi penting agar generasi muda dapat menjadi teladan sekaligus perekat persaudaraan di tengah kemajemukan masyarakat.
Partisipasi aktif elemen pesantren dalam peringatan ini merepresentasikan komitmen lembaga pendidikan keagamaan dalam mencetak generasi penerus yang berintegritas. Keterpaduan antara wawasan kebangsaan dan kedalaman ilmu agama diharapkan terus memperkokoh peran santri sebagai penggerak kerukunan sosial dan kemajuan pembangunan daerah di Kabupaten Klaten.














