Jakarta Selatan (4/7). Pimpinan Anak Cabang (PAC) Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) Pondok Labu bekerja sama dengan Yayasan Abdurrohim Jam’ani dan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Baiturrohim menggelar Asrama Liburan Sekolah di Masjid Baiturrohim, Pondok Labu, Cilandak, Jakarta Selatan, pada 29 Juni–3 Juli 2026.
Ketua PAC LDII Pondok Labu, Hasbi Muhti, mengatakan Asrama Liburan Sekolah merupakan program pembinaan rutin yang dirancang agar anak-anak memanfaatkan waktu liburan dengan kegiatan yang positif.
“Kami ingin masa liburan menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman agama sekaligus membiasakan anak-anak memiliki akhlak yang baik, disiplin, dan bertanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.
Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti berbagai materi, di antaranya pengkajian ilmu agama (alim-faqih), pembelajaran Al-Qur’an, hafalan doa, baca tulis Arab, praktik salat, serta simulasi akhlak. Seluruh materi dikemas melalui pembelajaran interaktif dan praktik langsung agar mudah dipahami dan diterapkan oleh peserta.
Hasbi menilai pembentukan karakter harus dimulai sejak usia dini melalui pembiasaan yang dilakukan secara berkesinambungan. Menurutnya, keberhasilan mencetak generasi unggul tidak hanya ditentukan oleh kemampuan akademik, tetapi juga kualitas akhlak dan karakter.
“Anak-anak yang hari ini dibimbing dengan ilmu dan akhlak akan tumbuh menjadi generasi yang mampu menjaga agama, membangun masyarakat, dan memberikan kontribusi bagi bangsa. Karena itu, pembinaan harus dilakukan secara konsisten,” katanya.
Ia menambahkan, keberhasilan pembinaan generasi membutuhkan dukungan berbagai pihak, mulai dari keluarga, masjid, lembaga pendidikan, hingga organisasi kemasyarakatan.
“Ketika orang tua, masjid, lembaga pendidikan, dan organisasi masyarakat berjalan bersama, anak-anak akan tumbuh dalam lingkungan yang penuh keteladanan. Dari sinilah lahir generasi profesional religius yang memiliki karakter luhur dan siap menghadapi tantangan zaman,” tutup Hasbi.
Kegiatan yang diikuti sekitar 60 peserta dari jenjang usia dini hingga SMA tersebut bertujuan mengisi masa libur sekolah dengan pembinaan keagamaan dan pendidikan karakter guna mencetak generasi profesional religius.















