PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Langkah Sunyi Makna Kemerdekaan

in Artikel
385
0
Langkah Sunyi Makna Kemerdekaan

Longmarch ini bukan sekadar berjalan kaki, tapi berjalan membawa pesan. Foto: LINES

551
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Langkah kaki Novrizal Eka Fadillah bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan ikhtiar untuk membangunkan nurani bangsa. Ia menjadikan tubuhnya jembatan pesan—bahwa kemerdekaan bukan hanya dirayakan, tapi juga diperjuangkan kembali lewat kepedulian kepada sesama dan alam.

Jejak kaki itu menyimpan cerita. Bukan hanya tentang jarak, tetapi tentang niat. Tentang harapan yang dikirimkan lewat langkah-langkah sunyi seorang pemuda bernama Novrizal Eka Fadillah. Ia menyuarakan sesuatu yang kini kerap luput dari perhatian—tentang kemanusiaan, tentang bumi yang lelah, dan tentang arti kemerdekaan yang tak sebatas angka.

Dari sudut tenang Cileungsi, sebuah kecamatan di timur laut Kabupaten Bogor, Novrizal memulai langkahnya. Tak ada seremoni atau kamera, hanya pagi yang bisu dan udara yang masih menusuk. Dari jalanan kecil itu, ia menyulam perjalanan panjang menuju Gedung Sate, yang menjadi simbol pemerintahan Jawa barat.

Setiap pagi, ia memulai perjalanannya saat dunia masih memeluk dingin malam terakhir. Dari kota ke kota, ia menapaki berbagai lanskap: jalur beton di perbatasan, jalan-jalan kecil yang dipenuhi truk, hingga pedesaan sunyi berselimut kabut. Ia menyeberangi jembatan tua, melewati pasar yang baru dibuka, dan menyusuri gang-gang sempit tempat anak-anak bersiap berangkat sekolah. Wajah-wajah asing, suara klakson, aroma tanah basah, semua menjadi saksi diam dari niatnya yang terus menyala.

Kadang ia berhenti di warung kopi, menyapa tukang becak, atau menenangkan betis yang nyeri. Di pundaknya menggantung tas kecil berisi logistik seadanya: air, baju ganti, perlengkapan P3K, dan perlengkapan salat. Di tangannya, sehelai bendera Merah Putih yang diikat pada sebatang bambu ia bawa sepanjang jalan—simbol sunyi dari tekad, cinta dan perjuangan.

Selama sembilan hari, ia melangkah sendirian. Siang yang terik, malam yang menggigil, hujan deras, jembatan sempit, tanjakan berbatu—semuanya ia hadapi. Sepatu mulai aus, kaus kaki basah, lutut nyeri, tapi semangat tak pernah padam. Setiap langkah adalah doa. Setiap peluh adalah syukur. Setiap kilometer adalah pesan: mencintai negeri tak cukup dengan kata.

Longmarch ini bagi Novrizal bukan semata uji fisik, tapi perjalanan batin. Sebuah aksi nyata yang menyentuh dua misi besar: kemanusiaan dan kepedulian lingkungan. Aksi yang menyuarakan bahwa menjadi merdeka juga berarti menjaga yang telah diwariskan—alam, persaudaraan, dan rasa saling peduli.

Tahun 2025 ini, Indonesia akan merayakan ulang tahun kemerdekaan yang ke-80. Delapan dekade merdeka. Tapi di tengah gegap gempita perayaan, Novrizal justru menyadari: kemerdekaan hari ini tak lagi soal penjajah dan senjata, melainkan kelupaan. Kelupaan untuk menjaga, untuk saling menengok, untuk peduli pada bumi yang kita pijak.

Malam ke-9, tubuh lelahnya tiba di Kantor DPD LDII Kabupaten Bandung Barat. Di sana, ia disambut bukan sebagai tamu, tapi sebagai saudara. Disediakan tempat beristirahat, makan, dan lebih dari itu: doa dan pelukan hangat yang membuatnya merasa tak sendiri.

“Saya bersyukur sekali bisa singgah di sini,” ujar Novrizal. “Bukan hanya karena kenyamanan tempatnya, tapi karena sambutan hangat dari keluarga besar LDII membuat saya merasa tidak berjalan sendirian,” ungkapnya.

Dan akhirnya, langkah itu tiba di garis akhir: halaman Kantor Gubernur Jawa Barat. Di bawah langit yang sama yang mengiringinya sejak hari pertama, ia menunduk. Bukan karena lelah, tapi karena penuh syukur.

“Saya sangat bersyukur kepada Allah SWT yang telah memberikan kekuatan hingga saya bisa menyelesaikan perjalanan ini,” ucapnya dengan mata berkaca. “Saya berterima kasih kepada kedua orang tua saya yang tak henti mendoakan, kepada pengurus LDII se-Jawa Barat yang menyambut saya di setiap kota, serta kepada Pemerintah Jawa Barat atas apresiasinya,” lanjutnya.

Ketua DPW LDII Jawa Barat, Dicky Harun, turut mengungkapkan kebanggaannya terhadap misi ini. Sejak awal, LDII memberikan dukungan penuh, karena melihat ini sebagai bentuk nyata nasionalisme dari generasi muda.

“Kami dari DPW LDII Jawa Barat sangat bersyukur dan bangga atas perjuangan Kak Novrizal,” ujar Dicky. “Longmarch ini bukan sekadar berjalan kaki, tapi berjalan membawa pesan. Kami siapkan dukungan di tiap kabupaten dan kota yang ia lintasi, tempat istirahat, logistik, hingga dukungan moril,” ungkapnya.

Bagi Dicky, aksi Novrizal menjadi bukti bahwa Indonesia belum kehilangan pemuda yang peduli. “Semangat sosial dan kepedulian terhadap lingkungan yang ditunjukkan Kak Novrizal ini sangat penting untuk generasi muda. Kami berharap semangat ini bisa menular, menjadi bagian dari gelombang besar menuju Indonesia Emas 2045. Kita butuh lebih banyak pemuda yang bergerak dalam diam tapi berdampak seperti dia,” lanjutnya.

Perjalanan itu kini usai. Namun makna setiap langkahnya akan tetap hidup. Ia tak hanya menapaki jalanan, tapi juga membuka jalan bagi kesadaran baru. Bahwa cinta tanah air bisa dimulai dari langkah paling sunyi, yang dituntun oleh niat paling suci. Karena kemerdekaan bukan hanya warisan yang dibanggakan, tetapi amanah yang harus terus diperjuangkan, dijaga, dan ditanamkan kembali di setiap generasi.

Tags: Feature longmarchLangkah SunyilongmarchMakna Kemerdekaan

Related Posts

PC LDII Cileungsi Silaturahim Ramadan dengan Forkopimcam
Artikel

PC LDII Cileungsi Silaturahim Ramadan dengan Forkopimcam

by eko nuansa
March 6, 2026
0

Cileungsi (5/3) – Pengurus Pimpinan Cabang (PC) LDII Cileungsi melakukan silaturahim Ramadan dengan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cileungsi pada Kamis...

Read more
DPP LDII Jalin Silaturahim di Buka Puasa Kedubes Rusia
Artikel

DPP LDII Jalin Silaturahim di Buka Puasa Kedubes Rusia

by eko nuansa
March 4, 2026
0

Jakarta (3/3) – Dewan Pimpinan Pusat Lembaga Dakwah Islam Indonesia (DPP LDII) menghadiri undangan buka puasa bersama yang digelar Kedutaan Besar Federasi...

Read more
Jelang Ramadhan, Tiga Organisasi Keagamaan Adakan Kerja Bakti Bersama
Artikel

Jelang Ramadhan, Tiga Organisasi Keagamaan Adakan Kerja Bakti Bersama

by eko nuansa
February 23, 2026
0

Brondong (16/2). PAC LDII Brondong bersama dengan Pemerintah Kelurahan Brondong melaksanakan kegiatan kerja bakti membersihkan lingkungan jelang Bulan Ramadhan 1447 H. Kegiatan...

Read more
Refleksi Hari Gizi Nasional: Belajar Bersyukur dari Pemenuhan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal
Artikel

Refleksi Hari Gizi Nasional: Belajar Bersyukur dari Pemenuhan Gizi Seimbang Berbasis Pangan Lokal

by eko nuansa
January 25, 2026
0

Oleh: Thonang Effendi*) Pagi itu, dapur rumah terasa lebih hidup dari biasanya. Sayuran segar dipetik dari instalasi hidroponik sederhana di pekarangan. Buah...

Read more
Tri Widayati Putri Tekuni Rumput Laut, Lahirlah Pelembap Wajah Alami
Artikel

Tri Widayati Putri Tekuni Rumput Laut, Lahirlah Pelembap Wajah Alami

by admin
November 11, 2025
0

Oleh Sudarsono* Menjaga kelembapan kulit wajah adalah kebutuhan utama, tak hanya bagi perempuan, laki-laki juga semakin menyadari pentingnya perawatan kulit. Tak heran,...

Read more
Singgih Januratmoko: UU Haji yang Baru Kian Permudah Calon Jamaah Haji
Artikel

Singgih Januratmoko: UU Haji yang Baru Kian Permudah Calon Jamaah Haji

by admin
November 2, 2025
0

Bogor (2/11). Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI Singgih Januratmoko berkolaborasi dengan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) menyelenggarakan sosialisasi pengelolaan dana haji....

Read more

Trending

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan
Headline

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

1 hour ago
Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang
Lintas Daerah

Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang

1 hour ago
Nasehat untuk Para Suami
Nasehat

Nasehat untuk Para Suami

1 hour ago
Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu
Opini

Pengasuhan: Jejak yang Melampaui Waktu

2 hours ago
Ponpes Miftahul Huda Gelar Buka Bersama Peserta Pesantren Ramadhan 1447 H
Lintas Daerah

Ponpes Miftahul Huda Gelar Buka Bersama Peserta Pesantren Ramadhan 1447 H

2 hours ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

Walimah Pernikahan dalam Islam: Sederhana, Sesuai Kemampuan, dan Penuh Keberkahan

March 10, 2026
Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang

Sinergi Pembinaan Umat, LDII Silaturahim dengan KUA Kecamatan Dapurang

March 10, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In