PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Stigma ‘Masjid LDII Dipel’ Jadi Alasan Cendekiawan NU Terbitkan Buku

in Artikel
394
0
Stigma ‘Masjid LDII Dipel’ Jadi Alasan Cendekiawan NU Terbitkan Buku

Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali. Foto: LINES.

553
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (15/8). Stigma negatif terhadap suatu kelompok sering kali beredar luas tanpa adanya verifikasi. Salah satu stigma yang telah melekat puluhan tahun pada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) adalah anggapan bahwa masjid mereka akan dipel, jika ada orang di luar komunitas yang salat di sana.

Stigma inilah yang mendorong seorang cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali, melakukan riset dan akhirnya menerbitkan buku berjudul “Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)”.

“Stigma ini sudah saya dengar sejak lama. Saya memiliki teman di daerah Perak, dekat Pesantren Gading Mangu, sekitar tahun 2002 teman saya memberi tahu, kalau kita salat di masjid itu akan dipel karena kita dianggap najis. Sekitar 20 tahun kemudian saya baru tahu masjid yang dimaksud itu masjid LDII, sehingga tahun 2021 saya ingin belajar lebih dalam, mempelajari, melakukan riset sampai terbit buku ini,” terangnya.

Stigma ini terus berkembang karena masyarakat hanya mendengar dari ‘kata orang’ tanpa pernah melakukan riset langsung. Ia merasa perlu melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan yang selama ini beredar, meski sudah ada beberapa yang juga meriset hal ini tapi ia merasa harus membuktikan sendiri.

“Ketika saya riset, observasi dan melakukan pengkajian. Saya temukan kesamaan setiap masjid LDII, selalu ada sandal baik di tempat wudhu, toilet, kamar mandi, ruang tamu atau wisma. Bagi seorang peneliti ini merupakan hal menarik. Apa kaitanya sandal dengan kebersihan, kesucian. Nah saya menemukan bahwa ini ada kaitanya dengan taharah,” jelasnya.

Ahmad Ali, seorang cendekiawan yang sejak lulus SD tahun 1991 sudah menimba ilmu di pesantren. Ia menjelaskan sesuatu dianggap suci jika memenuhi tiga sifat yaitu dilihat dari rasa, bau dan warna. Jika salah satu dari sifat suci tersebut masih ada maka masih terdapat unsur najis di dalamnya.

”Nah ini baru saya temukan ketika saya riset mendalam. Sehingga justifikasi kalau orang luar salat di masjidnya itu dipel ya bisa dianggap memang harus dipel. Sebagai bentuk menjaga kesucian. Ini semata-mata untuk menjaga kesucian. Karena ketika kita salat tak hanya badan yang harus suci tapi alat salatnya, seperti mukena dan sarung, suci badanya sampai suci tempat salatnya. Nah terkadang banyak yang belum memenuhi strandar itu,” ujarnya.

Ia menilai apa yang dikaji di LDII dan yang dipraktiknya sudah sejalan dengan prinsip taharah, yang dipelajari umat Islam pada umumnya. LDII mempunyai himpunan hadits yang di dalamnya ada kumpulan hadis tentang taharah, salat dan lainnya. Ia mencontohkan LDII menerapkan strandar ukuran bak air itu dua kulah atau 200 liter, karena memang ada dasar hukumnya, jika ada najis yang terciprat atau terkena air maka unsur najisnya hilang.

”Hal seperti ini kalau tidak kita riset, tidak akan tahu alasan sebenarnya. Mungkin saja juga ketika kita solat memang jadwalnya dipel. Dalam buku ini dijelaskan nilai kebajikan LDII yaitu kebersihan, kerapian, kedisiplinan dan kesucian,” terangnya

Ahmad menjelaskan penggunaan sandal sebagai wujud keselarasan sistem pendidikan LDII dengan praktik. Hal ini terlihat dari bagaimana cara menjaga kesucian dari kamar mandi sampai ke tempat salat. Hal kecil lain terlihat seperti tata letak sandal yang selalu rapi dan dibalik menghadap ke arah luar masjid, sehingga memudahkan jamaah saat keluar. Menurutnya, praktik tersebut adalah salah satu bentuk implementasi nilai kemandirian dan kedisiplinan.

“Kemandirian itu tergambar dari hal kecil. Setiap orang merapikan sandalnya sendiri, tidak berharap orang lain yang menatanya,” jelasnya.

Stigma yang selama ini beredar akhirnya terjawab melalui riset. Buku Cendekiawan Muda NU tersebut menjadi bukti, bahwa praktik yang terlihat aneh bagi sebagian orang ternyata memiliki landasan syariat yang kuat. Dan bertujuan untuk menjaga kebersihan serta kesucian, dua nilai fundamental dalam ajaran Islam. (Nabil)

Lihat juga: Masjid LDII Dipel??

Tags: ahmad aliCendekiawan MuslimLDIIMasjid LDII DipelStigma

Related Posts

Isi Liburan Sekolah dan Pembinaan Generasi Penerus, LDII Boyolali Gelar Asrama
Artikel

Isi Liburan Sekolah dan Pembinaan Generasi Penerus, LDII Boyolali Gelar Asrama

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Boyolali (7/7). PC LDII Boyolali menggelar Asrama Liburan bagi siswa usia SMP hingga SMA selama masa libur sekolah. Kegiatan yang diikuti 94...

Read more
Warga LDII Balepanjang Gotong Royong Perbaiki Gedung Pertemuan Kelurahan
Artikel

Warga LDII Balepanjang Gotong Royong Perbaiki Gedung Pertemuan Kelurahan

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Wonogiri (7/7). Warga LDII Kelurahan Balepanjang, Jatipurno bersama masyarakat menggelar gotong royong memperbaiki Gedung Pertemuan Kantor Kelurahan Balepanjang secara swadaya sebagai bentuk...

Read more
LDII Lamongan Terima Sapi Kurban Bantuan dari Bupati
Artikel

LDII Lamongan Terima Sapi Kurban Bantuan dari Bupati

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Lamongan (2/7). DPD LDII Lamongan menerima satu ekor sapi kurban bantuan dari Bupati Lamongan, Yuhronur Efendy, menjelang Hari Raya Idul Adha 1447...

Read more
Safari Organisasi ke Sarolangun, H. Yaskur Amin Tekankan Kerukunan Rumah Tangga
Artikel

Safari Organisasi ke Sarolangun, H. Yaskur Amin Tekankan Kerukunan Rumah Tangga

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Sarolangun (20/6). Muballigh asal DPD LDII Kota Depok, Jawa Barat, H. Yaskur Amin, bersilaturahim ke Kabupaten Sarolangun, Jambi. Dalam kunjungan tersebut, ia...

Read more
Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Peduli Masa Depan, LDII OKU Timur Gelar Seminar Kesehatan Reproduksi
Artikel

Wujudkan Generasi Sehat, Cerdas, dan Peduli Masa Depan, LDII OKU Timur Gelar Seminar Kesehatan Reproduksi

by eko nuansa
July 9, 2026
0

OKU Timur (7/7). DPD LDII OKU Timur melalui Bidang Pemuda, Kepanduan, Olahraga, dan Kesenian menggelar Seminar Kesehatan Reproduksi Usia Mandiri. Kegiatan bertema...

Read more
Pererat Kebersamaan, Remaja LDII Kota dan Kabupaten Cirebon Ikuti Kegiatan Melukis
Artikel

Pererat Kebersamaan, Remaja LDII Kota dan Kabupaten Cirebon Ikuti Kegiatan Melukis

by eko nuansa
July 9, 2026
0

Cirebon (4/7). Sebanyak 120-an lebih remaja dari Pimpinan Cabang (PC) LDII Waled, Harjamukti, dan Palimanan berkumpul bersama dalam acara silaturahim penuh keseruan....

Read more

Trending

Perkuat Silaturahim Warga, LDII Manokwari Barat Gelar Rekreasi
Berita Daerah

Perkuat Silaturahim Warga, LDII Manokwari Barat Gelar Rekreasi

9 hours ago
Manfaatkan Perkembangaan Digital, LDII Jakarta Latih Generasi Muda Perkuat Publikasi Organisasi
Berita Daerah

Manfaatkan Perkembangaan Digital, LDII Jakarta Latih Generasi Muda Perkuat Publikasi Organisasi

9 hours ago
Perkuat Kekompakan, LDII Jember Gelar Mancakrida di Wisata Pinus Sidomulyo
Berita Daerah

Perkuat Kekompakan, LDII Jember Gelar Mancakrida di Wisata Pinus Sidomulyo

21 hours ago
LDII Surabaya Edukasi Remaja Putri soal Siklus Menstruasi dan PCOS
Berita Daerah

LDII Surabaya Edukasi Remaja Putri soal Siklus Menstruasi dan PCOS

21 hours ago
Antisipasi Perundungan, LDII Jatim Paparkan Konsep Pesantren Ramah Santri
Berita Daerah

Antisipasi Perundungan, LDII Jatim Paparkan Konsep Pesantren Ramah Santri

21 hours ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Perkuat Silaturahim Warga, LDII Manokwari Barat Gelar Rekreasi

Perkuat Silaturahim Warga, LDII Manokwari Barat Gelar Rekreasi

July 28, 2026
Manfaatkan Perkembangaan Digital, LDII Jakarta Latih Generasi Muda Perkuat Publikasi Organisasi

Manfaatkan Perkembangaan Digital, LDII Jakarta Latih Generasi Muda Perkuat Publikasi Organisasi

July 28, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In