PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Artikel

Stigma ‘Masjid LDII Dipel’ Jadi Alasan Cendekiawan NU Terbitkan Buku

in Artikel
395
0
Stigma ‘Masjid LDII Dipel’ Jadi Alasan Cendekiawan NU Terbitkan Buku

Cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali. Foto: LINES.

554
SHARES
2.5k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (15/8). Stigma negatif terhadap suatu kelompok sering kali beredar luas tanpa adanya verifikasi. Salah satu stigma yang telah melekat puluhan tahun pada Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII) adalah anggapan bahwa masjid mereka akan dipel, jika ada orang di luar komunitas yang salat di sana.

Stigma inilah yang mendorong seorang cendekiawan muda Nahdlatul Ulama (NU), Ahmad Ali, melakukan riset dan akhirnya menerbitkan buku berjudul “Nilai-Nilai Kebajikan dalam Jamaah Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII)”.

“Stigma ini sudah saya dengar sejak lama. Saya memiliki teman di daerah Perak, dekat Pesantren Gading Mangu, sekitar tahun 2002 teman saya memberi tahu, kalau kita salat di masjid itu akan dipel karena kita dianggap najis. Sekitar 20 tahun kemudian saya baru tahu masjid yang dimaksud itu masjid LDII, sehingga tahun 2021 saya ingin belajar lebih dalam, mempelajari, melakukan riset sampai terbit buku ini,” terangnya.

Stigma ini terus berkembang karena masyarakat hanya mendengar dari ‘kata orang’ tanpa pernah melakukan riset langsung. Ia merasa perlu melakukan penelitian untuk menjawab pertanyaan yang selama ini beredar, meski sudah ada beberapa yang juga meriset hal ini tapi ia merasa harus membuktikan sendiri.

“Ketika saya riset, observasi dan melakukan pengkajian. Saya temukan kesamaan setiap masjid LDII, selalu ada sandal baik di tempat wudhu, toilet, kamar mandi, ruang tamu atau wisma. Bagi seorang peneliti ini merupakan hal menarik. Apa kaitanya sandal dengan kebersihan, kesucian. Nah saya menemukan bahwa ini ada kaitanya dengan taharah,” jelasnya.

Ahmad Ali, seorang cendekiawan yang sejak lulus SD tahun 1991 sudah menimba ilmu di pesantren. Ia menjelaskan sesuatu dianggap suci jika memenuhi tiga sifat yaitu dilihat dari rasa, bau dan warna. Jika salah satu dari sifat suci tersebut masih ada maka masih terdapat unsur najis di dalamnya.

”Nah ini baru saya temukan ketika saya riset mendalam. Sehingga justifikasi kalau orang luar salat di masjidnya itu dipel ya bisa dianggap memang harus dipel. Sebagai bentuk menjaga kesucian. Ini semata-mata untuk menjaga kesucian. Karena ketika kita salat tak hanya badan yang harus suci tapi alat salatnya, seperti mukena dan sarung, suci badanya sampai suci tempat salatnya. Nah terkadang banyak yang belum memenuhi strandar itu,” ujarnya.

Ia menilai apa yang dikaji di LDII dan yang dipraktiknya sudah sejalan dengan prinsip taharah, yang dipelajari umat Islam pada umumnya. LDII mempunyai himpunan hadits yang di dalamnya ada kumpulan hadis tentang taharah, salat dan lainnya. Ia mencontohkan LDII menerapkan strandar ukuran bak air itu dua kulah atau 200 liter, karena memang ada dasar hukumnya, jika ada najis yang terciprat atau terkena air maka unsur najisnya hilang.

”Hal seperti ini kalau tidak kita riset, tidak akan tahu alasan sebenarnya. Mungkin saja juga ketika kita solat memang jadwalnya dipel. Dalam buku ini dijelaskan nilai kebajikan LDII yaitu kebersihan, kerapian, kedisiplinan dan kesucian,” terangnya

Ahmad menjelaskan penggunaan sandal sebagai wujud keselarasan sistem pendidikan LDII dengan praktik. Hal ini terlihat dari bagaimana cara menjaga kesucian dari kamar mandi sampai ke tempat salat. Hal kecil lain terlihat seperti tata letak sandal yang selalu rapi dan dibalik menghadap ke arah luar masjid, sehingga memudahkan jamaah saat keluar. Menurutnya, praktik tersebut adalah salah satu bentuk implementasi nilai kemandirian dan kedisiplinan.

“Kemandirian itu tergambar dari hal kecil. Setiap orang merapikan sandalnya sendiri, tidak berharap orang lain yang menatanya,” jelasnya.

Stigma yang selama ini beredar akhirnya terjawab melalui riset. Buku Cendekiawan Muda NU tersebut menjadi bukti, bahwa praktik yang terlihat aneh bagi sebagian orang ternyata memiliki landasan syariat yang kuat. Dan bertujuan untuk menjaga kebersihan serta kesucian, dua nilai fundamental dalam ajaran Islam. (Nabil)

Lihat juga: Masjid LDII Dipel??

Tags: ahmad aliCendekiawan MuslimLDIIMasjid LDII DipelStigma

Related Posts

Dua Peran Rulifa Syahroel: Mengabdi sebagai Dokter, Membina Masyarakat Bersama LDII Kepri
Apa Siapa

Dua Peran Rulifa Syahroel: Mengabdi sebagai Dokter, Membina Masyarakat Bersama LDII Kepri

by Nisa
October 24, 2026
0

Menjelang Hari Dokter Nasional 2026, kiprah dr. Rulifa Syahroel menggambarkan bagaimana profesi kedokteran dan kepemimpinan organisasi kemasyarakatan dapat berjalan beriringan dalam mendukung...

Read more
Hadir di Dialog FKUB Banten, LDII Tegaskan Komitmen Kuat Jaga Moderasi Beragama
Artikel

Hadir di Dialog FKUB Banten, LDII Tegaskan Komitmen Kuat Jaga Moderasi Beragama

by eko nuansa
October 10, 2026
0

Serang (8/10). DPW LDII Provinsi Banten menghadiri Dialog Kerukunan Umat Beragama yang diselenggarakan oleh Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Provinsi Banten bersama...

Read more
Cek Kesehatan Gratis LDII Malang Diminati Warga, Peserta Lampaui Target
Artikel

Cek Kesehatan Gratis LDII Malang Diminati Warga, Peserta Lampaui Target

by eko nuansa
October 10, 2026
0

Malang (8/10). DPD LDII Kabupaten Malang menggelar program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang dipusatkan di sejumlah titik. Jumlah peserta yang mengikuti layanan...

Read more
LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital
Artikel

LDII: Ancaman Ideologi Kini Bisa Menyusup Lewat Disinformasi Digital

by eko nuansa
October 1, 2026
0

Semarang (30/9). Peringatan peristiwa Gerakan 30 September (G30S/PKI) menjadi momentum bagi DPP LDII untuk mengingatkan masyarakat terhadap perubahan bentuk ancaman ideologi di...

Read more
Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman
Artikel

Ponpes Wali Barokah Dorong Penguatan Ekonomi Syariah di Mataraman

by eko nuansa
September 12, 2026
0

Kediri (6/9). Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah turut ambil bagian dalam Semarak Ekonomi Syariah Wilayah Mataraman (SYIAR) 2026 yang berlangsung di Balai...

Read more
Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan
Artikel

Sambut HUT ke-81 RI, LDII Gunung Putri Gelar Bakti Sosial Bersihkan Lingkungan

by eko nuansa
August 20, 2026
0

Gunung Putri (14/8). Menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, ratusan warga LDII Desa Gunung Putri, Kecamatan Gunung Putri, Kabupaten...

Read more

Trending

LDII Pemalang Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak Cegah Perundungan
Berita Daerah

LDII Pemalang Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak Cegah Perundungan

2 days ago
Sako SPN Gelar Kemah Santri, Kanwil Kemenag dan Kwarda DIY Perkuat Pembinaan
Berita Daerah

Sako SPN Gelar Kemah Santri, Kanwil Kemenag dan Kwarda DIY Perkuat Pembinaan

2 days ago
Pererat Silaturahmi, LDII Inauga Gelar Family Gathering
Berita Daerah

Pererat Silaturahmi, LDII Inauga Gelar Family Gathering

2 days ago
Momen Upacara HSN di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Berikut Pesan untuk Santri
Berita Daerah

Momen Upacara HSN di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Berikut Pesan untuk Santri

2 days ago
Resmi Dikukuhkan, Pengurus Persinas ASAD Kota Cilegon Siap Cetak Atlet Pencak Silat Berprestasi
Berita Daerah

Resmi Dikukuhkan, Pengurus Persinas ASAD Kota Cilegon Siap Cetak Atlet Pencak Silat Berprestasi

4 days ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

LDII Pemalang Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak Cegah Perundungan

LDII Pemalang Sosialisasikan Pesantren Ramah Anak Cegah Perundungan

October 27, 2026
Sako SPN Gelar Kemah Santri, Kanwil Kemenag dan Kwarda DIY Perkuat Pembinaan

Sako SPN Gelar Kemah Santri, Kanwil Kemenag dan Kwarda DIY Perkuat Pembinaan

October 27, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In