Banyuwangi (27/5). DPD LDII Kabupaten Banyuwangi masa bakti 2026–2031 audiensi dengan Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Banyuwangi. Kunjungan pada Senin (25/5/2026) menjadi ajang perkenalan pengurus dan sosialisasi program kerja.
“Hubungan antara pemerintah daerah dan LDII memiliki akar sejarah yang kuat dan sangat akrab. LDII adalah sahabat lama bagi kami. Keakraban ini sudah terjalin sangat erat sejak zaman KH Hariadji Sugito, yang bagi saya pribadi sudah seperti orang tua, guru, sekaligus atasan,” ungkap Kepala Bakesbangpol Banyuwangi, R. Agus Mulyono.
Ia mengapresiasi peran aktif dan kontribusi nyata warga LDII yang telah ditunjukkan dalam program pembangunan di Bumi Blambangan selama ini. Menurutnya warga LDII sangat aktif dan konsisten dalam mendukung serta menyebarluaskan berbagai program pemerintah, terutama dalam menjaga persatuan kesatuan dan konduktivitas serta stabilitas keamanan wilayah.
“Karena tantangan daerah di masa mendatang akan semakin dinamis, kami mengajak seluruh jajaran pengurus LDII Banyuwangi untuk langsung bergerak bersama secara inklusif di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Agus menekankan sinergi yang sudah bagus ini harus dipertahankan dan ditingkatkan. Menurutnya kerjasamanya untuk ‘tandang bareng’ (bekerja bersama-sama) di lapangan harus selalu digalakkan.
“Kami berpesan, terkait dinamika sosial media saat ini yang semakin marak penyebaran berita bohong (hoax) yang kian mengkhawatirkan karena tidak lagi hanya menyasar generasi muda, tetapi juga sudah mulai banyak memengaruhi orang tua,” jelasnya.
Ia menerangkan sebagai lembaga dakwah yang memiliki basis massa kuat, LDII diharapkan mampu mengambil peran sentral dalam membentengi masyarakat dari arus informasi negatif tersebut melalui penguatan moral masyarakat.
“Pembinaan karakter mohon tetap diutamakan. Ini penting agar masyarakat, baik pemuda maupun orang tua, memiliki filter yang kuat dan tidak mudah termakan hoax di media sosial,” jelasnya.
Sementara itu, Ketua DPD LDII Banyuwangi Heri Sujatmiko, mengapresiasi penerimaan oleh Kepala Bakesbangpol. Ia menjelaskan kegiatan ini merupakan salah satu upaya memperkuat sinergisitas pasca-pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) VIII LDII di Pendopo Sabha Swagata Blambangan Banyuwangi beberapa waktu lalu.
“Kami hadir disini juga untuk memperkenalkan struktur pengurus DPD LDII Banyuwangi baru yang siap melakukan kerja sama dan mendukung mensukseskan program pembangunan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuwangi,” jelasnya.
Ia menjelaskan sebagai wujud nyata komitmen dalam pembinaan karakter yang selaras dengan harapan pemerintah, LDII Banyuwangi menyerahkan buku karya cendekiawan NU, Ahmad Ali MD bertajuk “Sistem, Model dan Corak Pendidikan LDII: Dalam Platform Profesional Religius dari Sabang Sampai Merauke”.
“Buku tersebut memuat secara komprehensif bagaimana LDII secara terstruktur membangun karakter generasi muda yang berakhlakul karimah, alim-faqih dan mandiri, demi mencetak sumber daya manusia (SDM) yang tidak hanya profesional di bidangnya tetapi juga memiliki kekuatan religius,” jelasnya.
Heri menjelaskan penyerahan buku tersebut menjadi simbol transparansi dan penegasan kontribusi LDII dalam bidang pendidikan dan dakwah di Indonesia.














