Lebak (5/9). PAC LDII Bayah Timur menyelenggarakan Asrama Cinta Alam Indonesia (CAI) ke-47 di Masjid An-Nur Soleh, Kecamatan Bayah, Kabupaten Lebak, pada Selasa, (25/8/2026). Asrama CAI diikuti sekitar 40-an peserta dari kalangan warga dan Generasi Penerus (Generus) LDII Bayah Timur. Kegiatan ini menjadi wadah pembinaan keagamaan dan penguatan karakter sebagai bekal menghadapi tantangan zaman.
Ketua PAC LDII Bayah Timur, Supriana, dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk pembinaan berkelanjutan kepada warga LDII, khususnya Generus.
“Kita sebagai orang iman hendaknya selalu beribadah sesuai tuntunan agama, menjauhi pelanggaran dan larangan Allah agar mendapat ridho-Nya. Generus juga harus siap menyongsong perkembangan zaman yang membawa manfaat dan mudharat. Karena itu kita harus bisa memilah, mana yang bermanfaat untuk dilakukan dan mana yang mudharat untuk ditinggalkan,” ujar Supriana.
Ia menekankan pentingnya pengamalan Tri Sukses Generus sebagai bekal utama Generus dalam menjalani kehidupan bermasyarakat.“Dengan mengamalkan Tri Sukses Generus, kita membekali diri untuk menjadi insan yang bermanfaat di dunia dan akhirat,” pungkasnya.
Materi pada Asrama CAI ke-47 ini disampaikan oleh Nuansa Fahri As Shafran dan Abdu Malik Prayogo. Keduanya merupakan peserta pembinaan CAI tingkat Provinsi Banten di Serang beberapa waktu lalu.
Penyampaian materi menitikberatkan pada dua aspek utama. Pertama, penjagaan keimanan dari pengaruh buruk akhir zaman. Kedua, pembinaan Generus dengan penekanan pada pentingnya memiliki keahlian dan keterampilan atau life skill.
Dengan terselenggaranya Asrama CAI ini, PAC LDII Bayah Timur berharap Generus dapat terhindar dari pengaruh negatif kemajuan zaman. Diharapkan pula mereka senantiasa istiqomah menjalankan perintah agama dan menjauhi larangan-Nya.
“Harapan kami, Generus LDII bisa menjadi warga negara yang baik, berakhlak mulia, profesional, dan religius. 29 Karakter Luhur LDII harus menjadi tolok ukur keberhasilan pembinaan kita di manapun berada,” tutup Supriana.
Kegiatan ditutup dengan doa bersama dan komitmen seluruh peserta untuk mengamalkan hasil pembinaan di lingkungan masing-masing.














