Bengkulu Tengah (12/7). DPD LDII Kabupaten Bengkulu Tengah menghadiri Sosialisasi dan Edukasi Perbankan Berbasis Digital di Gedung Pendopo Bukit Kandis, Bengkulu Tengah, pada Selasa (9/6/2026). Kegiatan tersebut diselenggarakan Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Bengkulu Tengah bekerja sama dengan OJK, Bank Bengkulu Cabang Karang Tinggi, dan Amitra.
Sekretaris Daerah Kabupaten Bengkulu Tengah, Tomi Marisi, menyampaikan bahwa perkembangan teknologi telah membawa perubahan besar dalam sektor perbankan. “Berbagai layanan kini dapat diakses secara digital dengan lebih cepat, mudah, dan efisien melalui pemanfaatan teknologi, namun ini akan berbanding lurus dengan ancaman kejahatan cyber yang perlu juga di waspadai,” terangnya.
Namun, ia menegaskan kemajuan tersebut harus diimbangi dengan peningkatan literasi masyarakat agar mampu memanfaatkan layanan digital secara bijak dan aman. “Melalui kegiatan ini kami berharap masyarakat, khususnya melalui organisasi kemasyarakatan, dapat memahami berbagai layanan perbankan digital sekaligus meningkatkan kewaspadaan terhadap berbagai bentuk kejahatan siber, seperti penipuan online maupun aktivitas digital ilegal lainnya,” ujar Tomi.
Ia menjelaskan, transformasi digital di dunia perbankan memberikan kemudahan bagi masyarakat dalam bertransaksi tanpa harus datang langsung ke kantor bank. “Dengan meningkatkan efisiensi pelayanan, dan sistem digital, maka digitalisasi keuangan ini akan mampu menjangkau masyarakat di wilayah yang lebih jauh,” tuturnya.
Ketua DPD LDII Kabupaten Bengkulu Tengah, H. Mijo, mengapresiasi Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah melalui Kesbangpol yang telah menyelenggarakan sosialisasi literasi keuangan digital ini. Menurutnya, edukasi ini penting agar masyarakat mampu memahami manfaat layanan keuangan modern sekaligus terhindar dari risiko penipuan digital, pinjaman online ilegal, dan investasi bodong. “Kami mengapresiasi dan mendukung penuh kegiatan ini. Literasi keuangan digital menjadi kebutuhan masyarakat saat ini, sehingga edukasi seperti ini sangat bermanfaat untuk meningkatkan kehati-hatian dan kecerdasan masyarakat dalam menggunakan layanan keuangan,” ujar Mijo.
Ia juga menilai keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam sosialisasi tersebut merupakan langkah strategis. Menurutnya, ormas dapat berperan membantu menyebarluaskan informasi kepada masyarakat, sehingga pemahaman tentang transaksi digital yang aman, legal, dan bertanggung jawab dapat menjangkau lingkungan yang lebih luas.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Bengkulu Tengah, Tandri Donin, mengatakan keterlibatan organisasi kemasyarakatan dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi sarana penyebarluasan informasi kepada masyarakat. “Ormas memiliki peran strategis di tengah masyarakat. Melalui kegiatan ini kami berharap para peserta dapat menjadi agen edukasi yang menyampaikan informasi terkait literasi keuangan dan pemanfaatan layanan perbankan digital kepada masyarakat di lingkungan masing-masing,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemahaman mengenai layanan keuangan digital menjadi kebutuhan penting di era saat ini. “Masih banyak masyarakat yang menjadi sasaran penipuan berbasis digital, sehingga peningkatan literasi keuangan diharapkan dapat membantu masyarakat bertransaksi dengan lebih aman dan terhindar dari berbagai modus kejahatan,” ucapnya.
Melalui kegiatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Bengkulu Tengah berkomitmen meningkatkan literasi keuangan masyarakat. DPD LDII Kabupaten Bengkulu Tengah berharap edukasi ini dapat membantu organisasi kemasyarakatan lebih bijak memanfaatkan layanan keuangan digital serta terhindar dari praktik keuangan ilegal.









