Surabaya (23/6). Kesibukan sehari-hari sering kali membuat komunikasi antara orang tua dan anak terabaikan. Padahal, percakapan sederhana yang terjalin dalam suasana hangat keluarga dapat menjadi sarana efektif untuk menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak.
Pesan itu disampaikan Ustadz Annidlom dalam pengajian warga LDII Gunung Anyar di Masjid Al Barokah Surabaya pada Senin (8/6/2026). Ia mengingatkan bahwa keluarga yang harmonis merupakan fondasi utama dalam membentuk generasi penerus (generus) yang sukses dan berakhlak mulia.
Menurutnya, orang tua tidak harus menunggu momen khusus untuk mendidik anak. Kegiatan sederhana seperti berjalan-jalan bersama keluarga dapat menjadi kesempatan berharga untuk membangun kedekatan sekaligus menyampaikan nasihat.
“Dalam suasana yang santai, anak biasanya lebih terbuka. Di situlah orang tua bisa menyisipkan petuah dan arahan yang baik sehingga menjadi amanah yang dipegang anak,” ujarnya.
Annidlom mengajak para orang tua melakukan refleksi terhadap pola komunikasi yang selama ini diterapkan di rumah. Ia mempertanyakan apakah waktu yang digunakan untuk memarahi anak lebih banyak dibandingkan waktu untuk membimbing dan menasihati mereka.
“Jangan sampai lebih banyak marahnya daripada menuturi atau mendidik anak,” pungkasnya.
Ia mengakui, membangun komunikasi yang terbuka tidak selalu mudah. Pada tahap awal, baik orang tua maupun anak mungkin merasa canggung. Namun, jika dilakukan secara konsisten, keterbukaan akan tumbuh menjadi kebiasaan yang mempererat hubungan dalam keluarga.
Lebih lanjut, Annidlom menekankan pentingnya pendidikan karakter sejak usia dini. Menurut dia, nilai-nilai kebaikan akan lebih mudah tertanam ketika anak masih berada pada masa pembentukan karakter. Sebaliknya, perubahan sikap dan kebiasaan akan menjadi lebih sulit jika dilakukan saat anak telah dewasa.
Karena itu, ia mendorong para orang tua untuk tidak hanya hadir secara fisik, tetapi juga hadir dalam kehidupan anak melalui komunikasi, perhatian, dan keteladanan. Dari keluarga yang harmonis dan penuh dialog, diharapkan lahir generus yang bertanggung jawab dan siap memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.














