
Musi Rawas (8/8). Ketua PC LDII Kecamatan Jayaloka, Ja’far Sidiq, mengatakan keikutsertaan santri dalam kegiatan tingkat kabupaten merupakan hasil pembinaan yang dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan guru mengaji, pengurus, dan orang tua.
“Keikutsertaan santri dalam kegiatan ini merupakan hasil kerja sama seluruh pihak yang selama ini mendampingi proses belajar mereka. Kami berharap capaian ini menjadi motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pembinaan Al-Qur’an,” ujarnya.
Menurutnya, khataman bukan menjadi akhir dari proses belajar, melainkan awal untuk mengamalkan ajaran Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Santri TPA binaan LDII Desa Ngestiboga tampil membawakan Syahril Qur’an pada Tasyakuran dan Khataman Al-Qur’an Santri Tingkat Kabupaten Musi Rawas di Masjid Jamiatul Muslimin, Kecamatan Jayaloka, Kab. Musi Rawas, Kamis (23/7).
Ketua PAC LDII Ngestiboga, Sriyono, mengatakan penampilan tersebut merupakan representasi pencapaian pembinaan dan latihan yang dilakukan secara rutin di TPA. “Anak-anak telah berlatih dengan sungguh-sungguh sebelum tampil. Kami bersyukur mereka dapat membawakan Syahril Qur’an dengan baik sebagai bagian dari syiar Al-Qur’an pada kegiatan tingkat kabupaten,” ujarnya.
Menurutnya, kesempatan tampil di hadapan masyarakat menjadi pengalaman berharga untuk membangun kepercayaan diri sekaligus meningkatkan kecintaan generasi muda terhadap Al-Qur’an. “Melalui kegiatan seperti ini, kami ingin menumbuhkan keberanian, rasa percaya diri, dan semangat anak-anak untuk terus belajar serta mengamalkan isi Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari,” katanya.
Penampilan tersebut menjadi salah satu rangkaian acara dalam kegiatan khataman yang diikuti santri dari berbagai kecamatan.
Dengan membawakan tilawah Al-Qur’an, terjemahan, dan penyampaian kandungan ayat, para santri tampil percaya diri di hadapan tamu undangan dan peserta yang memadati masjid.
Kegiatan berlangsung khidmat dan mendapat apresiasi dari para orang tua, guru TPA, serta tamu undangan yang hadir. Penampilan santri PAC LDII Ngestiboga diharapkan dapat menjadi motivasi bagi generasi penerus untuk terus meningkatkan kemampuan membaca, memahami, dan mengamalkan Al-Qur’an.















