Surabaya (3/8). DPW LDII Jawa Timur melalui Biro Ekonomi dan Pemberdayaan Masyarakat (EPM) menggelar webinar bertajuk Peluang Rezeki Dollar dari Luar Negeri secara daring pada Sabtu (18/7). Kegiatan tersebut bertujuan membekali generasi muda dengan keterampilan kerja remote berstandar internasional sekaligus menumbuhkan jiwa kewirausahaan di era ekonomi digital.
Ketua DPW LDII Jawa Timur Moch. Amrodji Konawi mengatakan perkembangan teknologi digital, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), telah mengubah berbagai sektor kehidupan. Menurutnya, generasi muda perlu meningkatkan kompetensi agar mampu beradaptasi dan bersaing di tengah perubahan tersebut. “Perkembangan teknologi tidak bisa dihindari. Jika tidak mampu meningkatkan kapasitas diri, generasi muda akan tertinggal dalam persaingan global,” ujarnya.
Ia menjelaskan, webinar tersebut merupakan bagian dari komitmen LDII dalam membangun sumber daya manusia yang profesional religius melalui penguasaan keterampilan yang relevan dengan kebutuhan zaman. Selain membekali peserta dengan wawasan kerja remote, kegiatan itu juga diarahkan untuk mendorong lahirnya wirausaha muda berbasis teknologi digital.
“Kami ingin generasi muda tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga mampu menciptakan peluang usaha yang memberi manfaat bagi masyarakat. Dunia digital membuka kesempatan yang sangat luas apabila diikuti dengan kompetensi dan etos kerja yang baik,” katanya.
Menurut Amrodji, penguatan kompetensi digital sejalan dengan program pembinaan generasi LDII yang menekankan keseimbangan antara karakter, profesionalisme, dan kemandirian. Melalui kegiatan seperti ini, peserta diharapkan mampu memanfaatkan perkembangan teknologi secara produktif sekaligus memiliki daya saing di tingkat internasional.
Webinar menghadirkan praktisi remote working, Anna Dwi R., yang membagikan pengalamannya selama dua tahun bekerja dengan 17 klien dari Indonesia, Amerika Serikat, Kanada, Singapura, India, dan Australia. Ia mengerjakan berbagai bidang, mulai dari social media management, admin task, hingga bookkeeping.
Anna menjelaskan, keberhasilan sebagai remote worker tidak hanya ditentukan oleh kemampuan teknis, tetapi juga pola pikir, kedisiplinan, dan kualitas hasil kerja. Menurutnya, kepercayaan klien menjadi modal utama dalam membangun karier di industri tersebut.
“Di dunia kerja remote, kualitas pekerjaan adalah kunci. Ketika kita mampu memberikan hasil yang melebihi ekspektasi, klien akan kembali menggunakan jasa kita bahkan merekomendasikannya kepada orang lain,” ujarnya.
Ia juga membagikan pengalamannya saat memulai karier sebagai remote worker. Menurutnya, memperoleh klien pertama membutuhkan kesabaran, konsistensi, serta kemauan untuk terus belajar dan membangun portofolio.
“Saya pernah menghubungi ratusan calon klien tanpa hasil. Namun saya terus memperbaiki kemampuan dan portofolio. Setelah mendapatkan klien pertama, peluang berikutnya menjadi lebih terbuka karena reputasi mulai terbentuk,” tuturnya.
Menutup pemaparannya, Anna mengajak peserta fokus mengembangkan keahlian yang memiliki nilai jual di pasar global. Ia menilai persaingan kerja remote menuntut setiap individu terus belajar, adaptif terhadap perkembangan teknologi, dan mampu memberikan kualitas kerja terbaik.
“Temukan bidang yang benar-benar dikuasai, terus tingkatkan kemampuan, lalu berikan hasil terbaik. Kompetensi yang kuat akan menjadi modal utama untuk bersaing di pasar internasional,” pesannya.














