Manokwari (27/7). Ketua DPW LDII Papua Barat, H. Suroto, menghadiri pembukaan Pesparawi Nasional XIV Papua Barat 2026 di Ruang Terbuka Publik (RTP) Borarsi, Manokwari, pada Sabtu (20/6/2026). Kegiatan tersebut dibuka Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka dan dihadiri sejumlah menteri, gubernur, bupati, wali kota, serta tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Gibran menyampaikan bahwa pembangunan nasional saat ini diarahkan tidak hanya berpusat di Jawa, tetapi menjangkau seluruh wilayah Indonesia. “Pembangunan saat ini bukan Jawa-sentris, tetapi Indonesia-sentris. Karena itu, Papua menjadi salah satu daerah prioritas pembangunan Presiden,” ujar Gibran.
Pembukaan Pesparawi Nasional XIV ditandai dengan pemukulan 14 tifa oleh sejumlah pejabat yang hadir, di antaranya Wakil Presiden RI, Wakil Menteri Dalam Negeri, Gubernur Papua Barat, Gubernur Maluku Utara, dan Bupati Manokwari. Pemukulan tifa tersebut menjadi simbol persatuan dalam keberagaman.
Suroto mengapresiasi pelaksanaan Pesparawi Nasional XIV di Manokwari yang diikuti lebih dari 5.000 peserta dari 38 provinsi. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang seni suara gerejawi, tetapi juga sarana mempererat persatuan bangsa. “Pesparawi Nasional XIV menjadi sarana untuk mempererat persatuan dan kesatuan bangsa. Indonesia dibangun atas perbedaan suku, agama, budaya, dan bahasa,” ujar Suroto.
Dalam rangkaian pembukaan, peserta dari berbagai provinsi mengikuti defile. Pada akhir defile, grup hadrah dari umat Islam Fakfak yang berada di Manokwari turut tampil memeriahkan acara.
Suroto menilai keterlibatan grup hadrah tersebut menunjukkan toleransi yang selama ini telah terjalin di Manokwari. Ia berharap kebersamaan antarumat beragama terus dipertahankan sebagai modal menjaga kerukunan di Papua Barat. “Ini menjadi bentuk toleransi yang sudah terjalin dengan baik dan harus terus dipertahankan,” katanya.














