Klaten (31/7). PC LDII Kecamatan Pedan berpartisipasi dalam Gerakan Nasional “Indonesia Berkiblat” yang digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pedan, Kabupaten Klaten, Jawa Tengah. Kegiatan pada 15-16 Juli 2026 itu memanfaatkan fenomena Rashdul Qiblat atau Istiwa A’zam untuk memverifikasi arah kiblat di masjid, musala, rumah warga, dan tempat pemakaman umum.
Ketua PC LDII Kecamatan Pedan Suwarto mengatakan, LDII mengoordinasikan pengurus dan warga untuk mengikuti pengecekan arah kiblat di sejumlah titik bersama KUA Pedan. Kegiatan tersebut juga melibatkan Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama (NU), mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN), sekolah, dan kelompok pengajian.
“Kami bersama KUA Pedan melakukan pengecekan arah kiblat di berbagai lokasi. Kegiatan ini merupakan ikhtiar untuk memastikan arah kiblat sesuai ketentuan syariat sekaligus meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya ketepatan arah kiblat dalam beribadah,” ujarnya.

Menurut Suwarto, Gerakan Nasional “Indonesia Berkiblat” menjadi momentum untuk memastikan kembali akurasi arah kiblat di tengah masyarakat. Ia mengapresiasi keterlibatan berbagai elemen masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
“Warga LDII melaksanakan pengamatan arah kiblat di masjid, musala, rumah, kantor, hingga area pemakaman. Dengan arah kiblat yang semakin tepat, diharapkan ibadah salat dapat dilaksanakan dengan lebih khusyuk,” katanya.
Sementara itu, Kepala KUA Kecamatan Pedan Yunan Helmi As’adi mengatakan, fenomena Rashdul Qiblat merupakan momentum ilmiah untuk memastikan kembali akurasi arah kiblat dengan memanfaatkan posisi matahari yang berada tepat di atas Ka’bah.
Ia menjelaskan, Gerakan Nasional “Indonesia Berkiblat” di Kecamatan Pedan diikuti 724 titik pengamatan yang berasal dari berbagai unsur masyarakat, termasuk LDII, Muhammadiyah, NU, mahasiswa KKN, sekolah, dan kelompok pengajian.
“Kami mengajak masyarakat memanfaatkan momen ini untuk mengecek kembali arah kiblat di masjid, musala, rumah, maupun tempat pemakaman umum. Alhamdulillah, kegiatan di Kecamatan Pedan mendapat dukungan dari berbagai pihak,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, LDII Pedan bersama KUA Pedan mendorong masyarakat melakukan verifikasi arah kiblat secara berkala agar pelaksanaan ibadah sesuai dengan arah kiblat yang akurat. (Rizal PM)















