Sarolangun (16/10). PC LDII Kecamatan Sarolangun menggelar evaluasi kegiatan belajar mengajar (KBM) sekaligus membagikan rapor hasil pembelajaran agama bagi anak usia PAUD hingga Caberawit. Kegiatan tersebut berlangsung di Masjid Nurussalam, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun, Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, Minggu (11/10/2026).
Penanggung Jawab Program Pembinaan PC LDII Sarolangun, Muhammad Ali, mengatakan evaluasi tersebut bertujuan mengukur capaian pembelajaran anak berdasarkan materi yang telah disampaikan para guru ngaji di tingkat PAC. Hasil penilaian akan menjadi bahan untuk mengetahui perkembangan kemampuan peserta sekaligus memperbaiki proses pembinaan.
“Jadi, tujuan evaluasi ini di antaranya adalah sebagai bentuk pembinaan dan untuk mengetahui sejauh mana capaian anak-anak kita tentang materi pengajian yang sudah disampaikan oleh para guru ngaji masing-masing,” ujar Ali.
Ia menjelaskan bahwa evaluasi KBM direncanakan berlangsung dua kali dalam setahun. Setelah pelaksanaan pada Oktober, penilaian berikutnya dijadwalkan pada Januari. Kegiatan tersebut melibatkan sejumlah guru ngaji dari tingkat PAC untuk membantu proses penilaian.
“Evaluasi program KBM akan kita laksanakan setahun dua kali agar apa yang sudah disampaikan bisa diketahui sejauh mana capaiannya,” tambahnya.
Sementara itu, panitia kegiatan, Abdul Qodir, mengatakan pembagian rapor dilakukan agar peserta dan orang tua dapat mengetahui hasil pembelajaran yang telah dicapai. Menurutnya, laporan tersebut juga diharapkan dapat meningkatkan motivasi anak untuk mengikuti pengajian secara rutin.
“Setelah kita melaksanakan evaluasi, kita berikan rapor hasil evaluasinya. Dengan demikian, mereka bisa mengetahui hasilnya sehingga nantinya lebih termotivasi dalam mengikuti pengajian di PAC LDII masing-masing,” ujar Abdul Qodir.
Ia berharap pelaksanaan evaluasi berikutnya dapat berjalan lebih baik sehingga hasil penilaian semakin bermanfaat bagi peserta dan para pengajar.
Melalui kegiatan tersebut, PC LDII Sarolangun berupaya memantau perkembangan pembelajaran agama anak secara berkala sekaligus meningkatkan koordinasi dengan guru ngaji dalam pelaksanaan program pembinaan di tingkat PAC.














