Sarolangun (13/9). DPD LDII Kabupaten Sarolangun melalui bidang pendidikan dan dakwah menggelar pengajian khusus muballigh dan muballighot di Masjid Nurussalam, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Sarolangun, Minggu (30/8/2026). Kegiatan tersebut diikuti para muballigh dan muballighot se-Kabupaten Sarolangun sebagai agenda rutin untuk menambah pemahaman agama sekaligus mempererat silaturahim.
Dewan Penasihat DPD LDII Sarolangun, Hariyono, mengajak para muballigh untuk mensyukuri nikmat Allah SWT sekaligus meningkatkan pemahaman agama sebagai bekal dalam menjalankan amanah dakwah. “Alhamdulillah kita diberikan banyak nikmat, termasuk diberikan umur panjang, rezeki dan juga kesehatan, dan kewajiban kita untuk mensyukurinya,” ujar Hariyono.
Ia menegaskan bahwa setiap muslim diciptakan untuk beribadah kepada Allah SWT dan tidak menyekutukan-Nya. Karena itu, pemahaman tersebut perlu menjadi dasar dalam menjalankan kehidupan, termasuk dalam tugas dakwah. “Kita ini diciptakan di dunia ini secara hakiki sebenarnya hanya untuk beribadah kepada-Nya, dan tidak boleh menyekutukan dengan yang lain, maka ini supaya menjadi perhatian khusus,” jelasnya.
Hariyono juga mengingatkan para muballigh untuk terus menambah ilmu agama dan pengetahuan duniawi karena keduanya menjadi bekal dalam menjalani kehidupan. “Kita tidak boleh bosan untuk menambah ilmu agama, serta ilmu keduniawian karena dunia ini sebagai bekal untuk beribadah kepada Allah SWT,” tambah Hariyono.
Dalam pengajian tersebut, ia juga mengingatkan peserta agar mengikuti materi dengan fokus dan tidak melakukan aktivitas lain selama kegiatan berlangsung. Menurutnya, perhatian terhadap materi penting untuk mendukung peningkatan pemahaman para muballigh.
Hariyono menekankan pentingnya karakter luhur bagi para muballigh karena mereka menjadi salah satu rujukan dan teladan bagi jamaah. Menurutnya, apa yang disampaikan dalam dakwah perlu sejalan dengan perilaku sehari-hari.
“Kita supaya memiliki dan mengimplementasikan karakter luhur di dalam keseharian kita, sehingga kita menjadi panutan bagi jamaah lain, dan tidak menjadi bumerang bagi diri kita, karena karakter yang baik ini menjadi kunci keberhasilan kita dalam menyampaikan dakwah di lingkungan masyarakat,” tutup Hariyono.
Pengajian tersebut menjadi bagian dari pembinaan rutin bagi muballigh dan muballighot LDII Sarolangun untuk meningkatkan keilmuan sekaligus membangun karakter dalam menjalankan tugas dakwah.














