Muaro Jambi (24/6). Puluhan siswa PAUD Yayasan Bina Insani Mulia (BIM) Kota Jambi mengikuti kegiatan pembelajaran luar kelas di Taman Wisata Air Kito, Pall 10, Kabupaten Muaro Jambi, Minggu (14/6/2026). Kegiatan tersebut bertujuan mengenalkan berbagai jenis flora dan fauna Nusantara secara langsung kepada anak-anak usia dini.
Guru pendamping, Fauzia Rahmanda, menjelaskan bahwa pembelajaran di luar kelas memberikan pengalaman berbeda bagi anak-anak karena mereka dapat melihat objek pembelajaran secara langsung. “Anak-anak sangat senang dan tidak sabar melihat satwa secara langsung. Ini berbeda ketika mereka hanya melihat gambar di papan tulis. Rasa cinta pada satwa asli Indonesia perlu dikenalkan sejak dini melalui pengalaman nyata seperti ini,” ujar Fauzia.
Dalam kegiatan tersebut, para siswa diperkenalkan dengan berbagai jenis satwa, termasuk reptil dan hewan lainnya yang berada di area wisata. Mereka juga diajak mengamati lingkungan sekitar sambil mendapatkan penjelasan dari guru pendamping.
Guru pendamping lainnya, Annisa Saranita, mengatakan bahwa pengenalan flora menjadi bagian penting dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, anak-anak diajak mengenal berbagai jenis tanaman yang ada di sekitar lokasi wisata. “Kami mengajak anak-anak mengenali pohon jambu, bunga, dan tanaman hias yang ada di sekitar area wisata. Kami ingin mereka tidak hanya hafal nama tanaman, tetapi juga mengenali bentuk dan ciri-cirinya secara langsung,” jelas Annisa.
Ia menambahkan, kegiatan luar kelas dapat menjadi sarana pembelajaran yang membantu anak-anak berinteraksi dengan lingkungan sekitar sekaligus menambah pengetahuan melalui pengamatan langsung.
PAUD BIM yang berada di bawah naungan PC LDII Jambi Timur merancang kegiatan tersebut sebagai bagian dari metode pembelajaran berbasis pengalaman. Para siswa didampingi guru untuk mengamati berbagai jenis satwa dan tanaman yang terdapat di kawasan wisata.
Melalui kegiatan tersebut, PAUD BIM Kota Jambi berharap peserta didik memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang keberagaman flora dan fauna Indonesia. (Parlan)














