Manokwari (29/6). DPW LDII Provinsi Papua Barat melalui Biro Pendidikan Keagamaan dan Dakwah (PAD) menggelar Pengajian Remaja Akhir Pekan di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Udapi Hilir, Distrik Aimasi, pada Sabtu-Minggu, 30-31 Mei 2026. Kegiatan tersebut digelar sebagai bagian dari pembinaan generasi penerus agar menjadi generasi yang berakhlakul karimah, fakih, serta memiliki keterampilan.
Ketua Pembina Penggerak Generus (PPG), Yusuf Wibowo mengatakan bahwa kegiatan itu merupakan agenda rutin yang diselenggarakan setiap semester. Menurutnya, kegiatan ini menjadi sarana pembinaan yang berkesinambungan dan berjenjang bagi generasi muda LDII.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin membentuk karakter generasi muda yang tidak hanya memahami ilmu agama, tetapi juga memiliki sikap mandiri, rukun, dan kompak dalam kehidupan sehari-hari,” ujar Yusuf.
Selain materi keagamaan, peserta juga mengikuti berbagai kegiatan yang menumbuhkan kebersamaan, salah satunya memasak. “Kegiatan memasak ini memanfaatkan daging kurban yang diperoleh peserta sebagai bahan utama untuk diolah bersama,” ujar Yusuf.
Ia menuturkan memasak dipilih karena memiliki banyak manfaat. Selain mempererat keakraban antarpeserta, kegiatan ini juga memberikan pengalaman praktis dalam mengelola bahan makanan, mulai dari meracik bumbu, mengolah bahan, hingga menyajikan masakan.
“Kami ingin para remaja memiliki bekal keterampilan hidup. Mereka belajar bekerja sama, bertanggung jawab, sekaligus mandiri melalui proses memasak. Hasilnya pun dapat dinikmati bersama sehingga menumbuhkan rasa syukur dan kebersamaan,” ungkap Yusuf.
Melalui Pengajian Remaja ini, LDII Papua Barat berharap dapat terus melahirkan generasi muda yang memiliki pemahaman agama yang baik (fakih), berakhlakul karimah, serta memiliki kecakapan dan kemandirian sebagai bekal menghadapi tantangan kehidupan di masa depan. “Pembinaan yang dilakukan secara berkesinambungan ini juga menjadi wujud komitmen LDII dalam mencetak generasi penerus yang religius, berkarakter, dan siap memberikan kontribusi positif bagi masyarakat,”tutupnya.
Oleh: Agus Irawan (contributor) / Riska Sabilah (editor)














