Musi Banyuasin (3/8). LDII Muba helat pengajian bagi remaja PAC LDII Kelurahan Kayuara, Kecamatan Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin. Kegiatan tersebut menghadirkan guru dari Ponpes Minhajurrosyidin, Ust. Ikhsan Mubin Mahendra dan Ust. Humaidi Ramadhan.
Dalam tausiahnya, Ikhsan Mubin Mahendra menegaskan bahwa remaja membutuhkan fondasi agama yang kuat agar tidak mudah terpengaruh oleh berbagai tantangan kehidupan. “Remaja harus memiliki keimanan yang kokoh sehingga tidak mudah terpengaruh oleh berbagai kerusakan zaman. Dengan bekal agama, mereka mampu menentukan mana yang baik dan mana yang harus dihindari,” ujarnya.
Ia menjelaskan, keimanan tidak hanya dipahami sebagai pengetahuan, tetapi harus diwujudkan dalam sikap, akhlak, dan perilaku sehari-hari sehingga menjadi benteng dalam menghadapi berbagai pengaruh negatif.
Sementara itu, Humaidi Ramadhan mengingatkan pentingnya berbakti kepada kedua orang tua sebagai salah satu perintah utama dalam Islam. “Menjadi anak yang baik bukan hanya rajin beribadah, tetapi juga harus memiliki akhlak kepada kedua orang tua. Birrul walidain merupakan bagian penting dari karakter seorang anak yang beriman,” tuturnya.
Menurutnya, kemajuan teknologi dan pergaulan tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan orang tua. Sebaliknya, perkembangan zaman harus diimbangi dengan peningkatan iman, ilmu, dan akhlak.
Ketua DPD LDII Kabupaten Musi Banyuasin, H. Daud Sobri, mengatakan pembinaan generasi muda merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan sumber daya manusia yang berkarakter luhur. “Remaja adalah generasi penerus. Mereka harus memiliki tiga bekal utama, yaitu ilmu, iman, dan akhlak. Dengan bekal itu, mereka akan mampu menghadapi perkembangan zaman tanpa kehilangan kompas moral,” ujarnya.
Ia menambahkan, pelaksanaan PKD hingga tingkat PAC menunjukkan komitmen LDII menghadirkan pembinaan yang menyentuh langsung kebutuhan generasi muda di akar rumput. “Turba seperti ini sangat penting. Pembinaan tidak cukup dilakukan di tingkat atas, tetapi harus hadir di tengah-tengah remaja untuk memberikan pemahaman agama sekaligus memperkuat karakter mereka,” pungkasnya.
Melalui kegiatan tersebut, LDII berharap generasi muda Kayuara tumbuh menjadi pribadi yang beriman, berakhlakul karimah, mandiri, berbakti kepada kedua orang tua, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi agama, bangsa, dan negara. (ds)














