Gunungkidul (16/6). Memperingati Hari Lingkungan Hidup (HLH) Sedunia 2026, DPD LDII Kabupaten Gunungkidul turut ambil bagian dalam aksi bersih lingkungan dan kerja bakti massal. Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Gunungkidul ini dipusatkan di kawasan Pantai Sundak, Minggu (7/6/2026).
Aksi gotong royong ini mengusung semangat Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) dengan tema “Saatnya Kita Bekerja untuk Iklim”. Agenda ini dihadiri langsung oleh Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih, Komandan Kodim 0730/Gunungkidul Letkol Inf Alfian Yudha Praniawan, Kapolres Gunungkidul AKBP Damus Asa, pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), organisasi kemasyarakatan peduli lingkungan, serta masyarakat umum.
Ketua DPD LDII Kabupaten Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, bersama puluhan warga LDII turun ke lapangan menyisir sejumlah titik di kawasan pantai guna menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan nyaman bagi wisatawan.
Dalam sambutannya, Bupati Endah menegaskan bahwa peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tidak boleh berhenti pada seremonial belaka, melainkan harus diwujudkan melalui aksi nyata yang berkelanjutan.
“Melalui Gerakan Indonesia ASRI yang diinstruksikan Presiden Prabowo, kita ingin membangun budaya hidup bersih dan peduli lingkungan. Kebersihan dan kelestarian lingkungan adalah tanggung jawab bersama. Pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan seluruh elemen masyarakat,” ujar Endah.
Bupati juga mengajak masyarakat untuk memulai langkah sederhana seperti mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, mengelola sampah dari sumbernya, dan melakukan penghijauan secara berkelanjutan.
Menanggapi hal tersebut, Ketua DPD LDII Gunungkidul, Wahono Budi Rustanto, menyatakan bahwa gerakan menjaga lingkungan ini sejalan dengan program pengabdian LDII di bidang lingkungan hidup sebagai bagian dari dakwah nyata kepada masyarakat.
“Eksploitasi lingkungan harus mempertimbangkan keberlanjutan. Perubahan iklim sudah kita rasakan melalui meningkatnya suhu udara dan cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Kita manusia sangat bergantung pada lingkungan, sedangkan lingkungan tetap akan ada tanpa manusia. Jadi yang membutuhkan lingkungan itu adalah kita,” tegas Wahono.
Sementara itu, Ketua DPW LDII DIY, Atus Syahbudin, turut mengajak masyarakat untuk membiasakan langkah-langkah praktis dalam kehidupan sehari-hari, seperti memilah sampah dari rumah dan aktif dalam kegiatan bank sampah.
“Menjaga lingkungan adalah bagian dari ibadah. Apa yang kita lakukan hari ini akan menentukan kualitas kehidupan generasi mendatang. Karena itu, mari bersama-sama menjadikan kepedulian terhadap lingkungan sebagai budaya dan amal jariyah yang terus memberikan manfaat,” pungkas Atus Syahbudin.














