LDII Kampanyekan Kurban Ramah Lingkungan, Ida Royani dan Ben Kasyafani Turut Apresiasi
Jakarta (27/5). DPP LDII kembali menggalakkan pelaksanaan ibadah kurban yang higienis dan ramah lingkungan pada Idul Adha 1447 H. Ketua Umum DPP LDII, Dody Taufiq Wijaya mengatakan, ibadah kurban bukan hanya bentuk ketakwaan kepada Allah SWT, tetapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial dan kebersamaan masyarakat.
Menurut Dody, antusiasme warga LDII untuk berkurban tahun ini tetap tinggi meskipun kondisi ekonomi nasional belum sepenuhnya stabil. Hingga hari pertama Idul Adha, warga LDII di berbagai daerah tercatat telah menyembelih hampir 18 ribu ekor sapi dan sekitar 17.300 ekor kambing.

“Warga LDII memiliki budaya menabung kurban sejak jauh hari. Bahkan setelah Idul Adha selesai, sebagian warga langsung mempersiapkan tabungan kurban untuk tahun berikutnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan, tabungan kurban dihimpun secara bertahap melalui pengajian di berbagai tingkatan kepengurusan, mulai dari DPW, DPD, hingga PAC. Tradisi tersebut dinilai membantu masyarakat tetap dapat berkurban meski menghadapi tantangan ekonomi.
Selain itu, DPP LDII juga menginstruksikan seluruh jajaran di Indonesia agar pelaksanaan penyembelihan hewan kurban dilakukan sesuai syariat, higienis, dan memperhatikan aspek lingkungan. Berbagai pelatihan penyembelihan serta pemeriksaan kesehatan hewan kurban dilakukan bekerja sama dengan pemerintah daerah dan dinas terkait.
“Area penyembelihan, alat, pengelolaan limbah hingga distribusi daging harus dijaga kebersihannya agar tidak menimbulkan pencemaran lingkungan,” kata Dody.
Sebagai bentuk kepedulian lingkungan, LDII mendorong penggunaan kantong biodegradable, plastik daur ulang, dan besek untuk pembagian daging kurban guna mengurangi sampah plastik sekali pakai.
Pelaksanaan kurban DPP LDII tersebut mendapat apresiasi dari aktris senior Ida Royani dan aktor Ben Kasyafani yang turut terlibat dalam pembagian daging kurban kepada masyarakat.
Ida Royani mengaku senang dapat kembali berpartisipasi dalam kegiatan sosial bersama warga LDII. Menurutnya, Idul Adha menjadi momentum untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat.
“Selain menjalankan ibadah, kita juga bisa berbagi manfaat dan kebahagiaan kepada masyarakat,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi penggunaan kemasan ramah lingkungan dalam distribusi daging kurban yang dinilai menjadi langkah positif untuk menjaga lingkungan.
Sementara itu, Ben Kasyafani menilai Idul Adha selalu menghadirkan suasana kebersamaan yang hangat. Ia melihat seluruh pihak yang terlibat dalam proses kurban, mulai dari panitia hingga masyarakat penerima, merasakan kebahagiaan yang sama.
Menurut Ben, ibadah kurban juga memberikan dampak ekonomi yang besar karena melibatkan peternak, pedagang hewan, distribusi, hingga pelaku usaha kecil. “Kurban bukan hanya ibadah spiritual, tetapi juga menggerakkan ekonomi umat,” katanya.














