KEDIRI – Ribuan jemaah memadati halaman Pondok Pesantren Wali Barokah untuk melaksanakan Salat Idul Fitri 1 Syawal 1447 H, Sabtu (21/3). Ibadah berlangsung khidmat sebagai penanda kemenangan umat Islam usai menjalani Ramadan.
Dalam khutbahnya, KH. Sabela Rosyada menekankan pentingnya menjaga kualitas ibadah dan akhlak pasca-Ramadan. Ia mengingatkan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar, tetapi juga membentuk kejujuran dan meninggalkan perbuatan dusta.
“Kami mengajak kaum muslimin untuk mempertahankan “5 Sukses Ramadan”, yakni puasa, tarawih, tadarus, lailatul qadar, dan zakat fitrah sebagai bekal meningkatkan ketakwaan,” tutur Sabela.

Sementara itu, Wakil Ketua Ponpes, Agung Riyanto, menyampaikan pentingnya peran santri dan warga dalam mendukung program pemerintah, khususnya visi Kota Kediri MAPAN (Maju, Agamis, Produktif, Aman, dan Ngangeni).
Ia juga menyoroti tantangan era digital, mengajak masyarakat bijak menggunakan teknologi, serta menghindari hoaks dan ujaran kebencian. Selain itu, pihak pesantren mendukung kebijakan pemerintah terkait pembatasan penggunaan gadget bagi anak demi menjaga tumbuh kembang generasi muda.
“Momentum Idul Fitri diharapkan dapat mempererat ukhuwah Islamiyah, Basyariah, dan Wathaniyah, sekaligus mendorong masyarakat menjaga persatuan serta meningkatkan ibadah, termasuk puasa sunah enam hari di bulan Syawal.” Pungkas Agung.














