Kediri (29/4) – Ketua Pondok Pesantren Wali Barokah Kediri, KH Sunarto, mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kediri yang melibatkan pesantren dalam transformasi layanan publik melalui Posyandu berbasis 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM).
Apresiasi tersebut disampaikan saat kunjungan Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, dalam rangka Peringatan Hari Posyandu Nasional di Posyandu Seruni, Kelurahan Burengan.
Menurut KH Sunarto, keberadaan Posyandu Seruni menjadi bukti nyata sinergi antara pesantren dan pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas pelayanan masyarakat. Ia menilai kolaborasi tersebut membawa manfaat besar, terutama di bidang kesehatan generasi muda.
“Ini bentuk kerja sama yang patut disyukuri. Kehadiran Posyandu Seruni memberikan dampak langsung bagi masyarakat sekitar,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa peran santri dan warga pondok sangat dominan dalam menjalankan layanan tersebut. Mayoritas kader Posyandu berasal dari lingkungan pesantren yang secara sukarela mengabdikan diri untuk membantu masyarakat.
KH Sunarto menambahkan, meski memiliki keterbatasan, pihaknya terus berupaya berkontribusi dalam mendukung pelayanan publik, khususnya di sektor kesehatan. Upaya tersebut membuahkan hasil dengan diraihnya prestasi Posyandu Seruni sebagai peringkat kedua terbaik tingkat nasional pada 2025.
Meski demikian, ia mengakui tantangan ke depan semakin kompleks, terutama dalam mengembangkan layanan ke sektor lain seperti perumahan, keamanan, dan sosial. Untuk itu, ia berharap pemerintah daerah terus memberikan dukungan melalui pembinaan dan pelatihan teknis bagi para kader.
“Ke depan, kami membutuhkan pendampingan berkelanjutan agar layanan yang diberikan semakin optimal dan menjangkau lebih banyak sektor,” katanya.
Kunjungan tersebut juga dihadiri Wakil Wali Kota Kediri, Qowimuddin Thoha, jajaran organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, serta Tim Penggerak PKK Kota Kediri. Rombongan meninjau langsung kesiapan fasilitas serta sistem layanan Posyandu yang terintegrasi.














