Jember (2/9). LDII Kaliwates menggelar Festival Anak Sholeh (FAS) sebagai bagian dari pembinaan generasi penerus di tingkat PAUD hingga sekolah dasar. Kegiatan tersebut digunakan untuk mengevaluasi pemahaman keagamaan sekaligus melatih kemandirian dan karakter anak.
Ketua Penggerak Pembina Generus (PPG) Kaliwates, Fawas Baihaqi, mengatakan FAS menjadi salah satu sarana melihat perkembangan pembelajaran anak sekaligus membiasakan mereka menerapkan nilai agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Melalui Festival Anak Sholeh ini, kami berharap anak-anak semakin termotivasi untuk terus belajar Al-Qur’an dan Al-Hadits, memiliki akhlakul karimah, serta tumbuh menjadi generasi yang profesional religius,” ujarnya.
Perlombaan disesuaikan dengan usia dan kemampuan peserta, meliputi mewarnai dan menyusun huruf hijaiyah, hafalan surat pendek dan doa harian, praktik serta bacaan salat, cerdas cermat agama, dan lomba kemandirian.
Menurut Fawas, pembentukan karakter perlu dilakukan secara bertahap melalui pembinaan yang terstruktur. Kejujuran, disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan kepedulian perlu dibiasakan sejak dini.
“Pembinaan karakter tidak bisa hanya mengandalkan satu kegiatan. Nilai-nilai tersebut perlu ditanamkan secara terus-menerus melalui proses pembinaan yang terarah,” katanya.
Ketua LDII Kaliwates, Tugimin, mengatakan FAS menjadi bagian dari kesinambungan pembinaan generus karena anak membutuhkan ruang untuk belajar sekaligus menunjukkan perkembangan kemampuan.
“Pembinaan generasi penerus membutuhkan wadah dan konsistensi. Anak-anak perlu dibekali ilmu agama dan moral agar memiliki dasar dalam menjalani kehidupan,” ujarnya.
Tugimin menambahkan, peran orang tua diperlukan untuk melanjutkan pembiasaan di rumah agar materi dan karakter yang dipelajari anak tidak berhenti pada kegiatan FAS.
Melalui Festival Anak Sholeh, LDII Kaliwates berupaya menjaga kesinambungan pembinaan generus melalui evaluasi pembelajaran agama, latihan kemandirian, dan pembiasaan karakter sejak usia dini.














