Kediri (2/9). Pemuda LDII Kota Kediri menghadiri Dialog Kebangsaan bertema “Merawat Bhinneka Tunggal Ika, Memperkuat Persatuan Bangsa di Tengah Polarisasi dan Ruang Digital” yang digelar Pemerintah Kota Kediri bersama Forkopimda di Ruang Jayabaya Kantor Pemerintah Kota Kediri, Selasa (11/8/2026).
Wali Kota Kediri, Vinanda Prameswati, mengingatkan masyarakat agar tidak mudah mempercayai informasi yang beredar di media sosial. Menurutnya, setiap informasi perlu diperiksa terlebih dahulu untuk memastikan kebenarannya.
“Jangan sampai kita gampang percaya terhadap suatu isu yang beredar di media sosial. Sebelum percaya, kita harus melakukan pengecekan apakah berita tersebut asli atau hoaks,” ujar Vinanda.
Ia juga mengingatkan agar perbedaan pandangan dan pilihan tidak berkembang menjadi konflik. Menurutnya, toleransi menjadi bagian penting dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman.
“Kita harus mengupayakan untuk mencegah adanya isu intoleransi yang dijadikan sarana untuk memecah belah persatuan. Perbedaan itu indah karena adanya rasa toleransi,” pungkasnya.
Kapolres Kediri Kota, AKBP Kresno Wisnu Putranto, mengatakan dialog kebangsaan diperlukan untuk mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam membahas persoalan yang dihadapi bersama.
“Kegiatan dialog ini sangat baik. Saya berharap forum ini digunakan untuk komunikasi bersama dan menyatukan pikiran bagaimana kita menjaga dan memajukan Kota Kediri,” ujarnya.
Menurut Kresno, menjaga keamanan dan ketertiban tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat. Seluruh unsur masyarakat, termasuk tokoh agama, pemuda, organisasi mahasiswa, insan pers, komunitas, dan perguruan pencak silat, perlu mengambil peran.
“Tujuan saya ingin menjaga hubungan baik dengan teman-teman semuanya dan berjalan seiringan demi memajukan Kota Kediri,” tegasnya.
Ketua Pemuda LDII Kota Kediri, Yuda Langgeng Asadullah, menyambut baik dialog tersebut. Menurutnya, generasi muda merupakan kelompok yang banyak berinteraksi dengan ruang digital sehingga perlu memiliki kemampuan menyaring informasi.
“Di era digital seperti sekarang, pemuda adalah yang paling sering terpapar informasi, baik yang benar maupun yang menyesatkan. Karena itu, forum seperti ini sangat penting untuk membekali generasi muda dengan kesadaran kritis agar tidak mudah terprovokasi dan tetap menjadi perekat persatuan di lingkungannya masing-masing,” ujarnya.
Ia menilai komunikasi antarelemen masyarakat perlu terus dibangun agar perbedaan tidak berkembang menjadi polarisasi. Forum lintas kelompok juga dapat menjadi tempat untuk memperkuat kesadaran bersama dalam menjaga kebhinekaan.
“Harapan kami, kerjasama antara seluruh elemen masyarakat Kota Kediri terus menguat, sehingga nilai-nilai kebhinekaan dan persatuan tidak hanya menjadi jargon, tetapi benar-benar terwujud dalam kehidupan sehari-hari di tengah dinamika ruang digital yang terus berkembang,” tutupnya.














