Serang (2/9). Ketua LDII Banten, Dimo Tono Sumito, menghadiri Dzikir dan Doa Kebangsaan yang digelar Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Banten, Rabu (12/8/2026). Kegiatan bertema “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur” tersebut melibatkan tokoh agama dan perwakilan berbagai agama.
Kepala Kanwil Kemenag Banten, Amrullah, mengatakan peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat dimaknai melalui rasa syukur, perenungan, dan mengambil pelajaran dari perjalanan bangsa. “Mari kita jadikan bulan kemerdekaan ini sebagai momentum untuk bersyukur atas nikmat kemerdekaan, merenungkan perjuangan para pahlawan, serta mengambil hikmah agar kita mampu merajut kebersamaan dan memperkuat kerukunan umat beragama,” ujarnya.
Rangkaian kegiatan diisi dzikir bersama, tausiyah kebangsaan, dan doa lintas agama. Kegiatan dihadiri jajaran Kanwil Kemenag Banten, LDII Banten, tokoh agama, dan masyarakat lintas agama. Para pemuka agama memanjatkan doa untuk bangsa dan negara.
Dimo Tono Sumito mengatakan keikutsertaan LDII dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga hubungan antarelemen masyarakat sekaligus memperkuat semangat kebangsaan. “Doa dan zikir kebangsaan ini merupakan ungkapan rasa syukur kita kepada Allah SWT, sekaligus permohonan agar bangsa Indonesia senantiasa diberikan perlindungan, persatuan, dan kekuatan untuk terus melangkah bersama mengisi kemerdekaan,” ujarnya.
Menurut Dimo, doa bersama juga menjadi sarana untuk memohon agar Banten diberikan keamanan dan kondisi yang baik sehingga masyarakat dapat menjalankan aktivitas dengan tenang. “Istighosah ini diisi dengan doa dan zikir, memohon agar Banten menjadi daerah yang maju, aman, dan terkendali,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Ketua Umum MUI Banten, KH. A. Bazari Syam, dalam tausiyahnya menekankan pentingnya menjadikan nilai keagamaan sebagai dasar untuk menjaga kehidupan masyarakat yang rukun. Menurutnya, keberagaman perlu dikelola sebagai kekuatan dalam menjaga persatuan.














