Jember (20/6). Tantangan yang dihadapi generasi muda kian kompleks seiring ketidakpastian geopolitik global, perkembangan teknologi, dan perubahan dunia kerja. Merespons kondisi tersebut, DPD LDII Kabupaten Jember menggelar konsolidasi pembinaan generasi muda pada Minggu (14/6/2026) dengan fokus pada penguatan karakter, literasi digital, dan kemandirian ekonomi.
Ketua DPD LDII Kabupaten Jember, Akhmad Malik Affandi, mengatakan generasi muda perlu dibekali kemampuan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik, tetapi juga karakter yang kuat dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan. Menurutnya, perkembangan global yang berlangsung cepat menuntut lahirnya sumber daya manusia yang profesional, berintegritas, dan mandiri.
“Generasi muda adalah tulang punggung bangsa. Mereka harus menjadi pribadi yang profesional di bidangnya, religius dalam perilakunya, dan mandiri secara ekonomi. Kemandirian inilah yang akan membentengi mereka dari ketergantungan sekaligus mendorong mereka menjadi pencipta peluang kerja,” ujar Akhmad.
Ia menilai bonus demografi yang dimiliki Indonesia harus diimbangi dengan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Oleh karena itu, jajaran pengurus terus mendorong pembinaan generasi penerus (generus) agar tidak hanya memahami ajaran agama, tetapi juga memiliki akhlak yang baik dan kemampuan untuk mandiri.
Dalam kegiatan tersebut, para peserta mendapatkan materi pengembangan karakter, kepemimpinan, etika bermedia digital, peningkatan kompetensi dan integritas di era globalisasi. Mereka juga diajak mengenali peluang usaha melalui pemanfaatan teknologi digital dan pengelolaan keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah.
Akhmad menjelaskan, pembinaan tersebut merupakan bagian dari upaya mewujudkan generus yang memiliki tiga karakter utama, yakni alim-faqih, berakhlakulkarimah, dan mandiri. Menurutnya, ketiga aspek tersebut menjadi bekal penting bagi generasi muda untuk menghadapi tantangan masa depan.
Kegiatan yang berlangsung secara interaktif itu juga memberi ruang bagi peserta untuk berdiskusi mengenai berbagai tantangan yang mereka hadapi. Salah seorang peserta, Hizkil, mengaku memperoleh banyak wawasan baru, terutama terkait pentingnya membangun kemandirian dan kreativitas di tengah perubahan yang terus berlangsung.
“Kami tidak hanya diajarkan menjaga ibadah dan akhlak di era digital, tetapi juga didorong untuk kreatif, tidak mudah menyerah, dan berani memulai usaha sendiri. Ini menjadi bekal penting bagi kami menghadapi masa depan,” katanya.
Sebagai tindak lanjut pembinaan, DPD LDII Kabupaten Jember akan menggelar pendidikan dan pelatihan jurnalistik pada 20–21 Juni 2026 bekerja sama dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Jember. Kegiatan tersebut ditujukan untuk meningkatkan kemampuan literasi media dan komunikasi generasi muda di tengah derasnya arus informasi digital.














