Nganjuk (27/5). Kementerian Agama (Kemenag) Nganjuk mengajak santri untuk menjadi dai dan daiyah yang berakhlak mulia. Hal itu disampaikan Penyuluh Agama Kemenag Nganjuk, Wilujeng Wahyudin Santoso, saat membekali ratusan santri yang mengikuti diklat mubaligh di Ponpes Al Ubaidah Kertosono, pada Senin (18/5).
“Penting membangun pola pikir positif dalam kehidupan sehari-hari. Sikap positive thinking akan membuat seseorang lebih tenang dan penuh rasa syukur. Orang yang selalu berpikir positif hidupnya akan tenang dan nyaman karena dipenuhi rasa syukur,” jelas Wilujeng Wahyudin Santoso.
Ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menjaga keimanan dalam setiap keadaan. “Kita semua harus selalu menjaga iman, karena iman itu yazidu wayanqusu, kadang naik dan kadang turun,” pungkasnya.
Sementara itu, Humas Ponpes Al Ubaidah Kertosono, Ust. Najib Budihni, menyampaikan bahwa pembekalan bersama Kemenag Nganjuk ini bertujuan agar santri memahami kondisi nyata yang akan dihadapi di tengah masyarakat.
“Nantinya peserta diklat akan terjun langsung ke lingkungan masyarakat yang majemuk. Kami bersinergi dengan Kemenag sebagai langkah membekali santri terkait kondisi riil di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, peserta diklat, Andika Nugraha asal Lampung, mengaku mendapatkan pengalaman baru setelah mengikuti pembekalan tersebut. “Saya bersyukur, materinya sangat relevan dengan kondisi saat ini sehingga bisa menjadi fondasi bagi kami yang nantinya menjalani kehidupan nyata di masyarakat,” ujarnya.














