PALING UPDATE
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Nuansa Persada
No Result
View All Result
Home Berita Nasional

LDII dan Aktivis HAM Tegaskan Negara Tidak Bisa Diam dalam Urusan Intoleransi

in Berita Nasional, Headlines
396
0
LDII dan Aktivis HAM Tegaskan Negara Tidak Bisa Diam dalam Urusan Intoleransi
567
SHARES
2.6k
VIEWS
Share on FacebookShare on Twitter

Jakarta (24/12). Sejak mula pendirian Republik Indonesia, para Bapak Pendiri Bangsa memahami benar negara ini lahir berpondasi atas keberagaman dan perbedaan. Untuk itu, pengelolaan keberagaman dan penanganan intoleransi adalah kewajiban negara, bukan diberikan pada ormas atau kelompok-kelompok dominan lainnya.

Pernyataan tersebut dilontarkan Ketua DPP LDII Singgih Tris Sulistiyono dan aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) Asfinawati. Mereka menegaskan hal tersebut dalam Focus Group Discussion (FGD) Kebangsaan yang diselenggarakan DPP LDII, Jakarta, Sabtu (23/12).

Dalam kesempatan tersebut, Ketua DPP LDII Bidang Hubungan Antar Lembaga dan Luar Negeri (HAL) Singgih Tri Sulistiyono, menjelaskan akar sejarah toleransi di Indonesia berkaitan erat dengan kelahiran bangsa yang berasal dari konsensus keberagaman, “Aspirasi yang tergambar dalam ideologi nasional seperti Bhinneka Tunggal Ika, Pancasila, dan UUD 1945 mencerminkan visi bersama masyarakat Indonesia untuk membentuk bangsa yang bebas dari penindasan dan membangun masyarakat yang adil dan makmur,” ujar Singgih.

Namun Indonesia modern menunjukkan tanda-tanda toleransi mulai menurun, begitu pandangan Guru Besar Ilmu Sejarah Universitas Diponegoro itu. Ia menunjukkan data bahwa di antara indikator Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), toleransi memiliki angka terendah, yaitu 68,72 persen. Bahkan, konflik agama merupakan salah satu konflik yang paling sulit dicari solusinya.

Singgih yang juga Ketua DPW LDII Jawa Tengah itu menjelaskan tantangan terhadap toleransi adalah berkurangnya kesadaran mengenai perbedaan, “Kami menyoroti bagaimana isu-isu terkait SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antar Golongan) dieksploitasi untuk kepentingan Pemilu, tanpa memperhitungkan potensi perpecahan dan konflik,” tuturnya.

Ia juga menekankan perlunya negara memfasilitasi kerja sama antara elemen-elemen sosial, termasuk kelompok keagamaan, “Tujuannya untuk mengatasi isu bersama sebagai komunitas bangsa, seperti kemiskinan, pendidikan, lingkungan, kesehatan, dan pengembangan ekonomi,” tambahnya,

LDII juga menyoroti peran krusial negara dalam menciptakan lingkungan yang mendukung kehidupan bersama masyarakat dan bangsa. Peringatan diberikan agar tidak menyerahkan sepenuhnya wewenang mengatur dan menegakkan toleransi kepada lembaga swasta atau ormas tertentu, karena rawan dengan kepentingan.

“Sebaliknya, ormas diharapkan berperan dalam membina literasi dan aksi toleransi di antara anggotanya, menghindari penilaian saling lembaga yang dapat berujung pada konflik horizontal,” pungkasnya.

Sementara itu, Advokat Hak Asasi Manusia (HAM) dari STH Indonesia Jentera, Asfinawati menekankan pentingnya toleransi untuk menjaga harmoni dalam keberagamaan pada masyarakat plural. Direktur Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) 2017-2021 itu, mengatakan negara harus mendukung lingkungan keberagamaan yang inklusif.

Asfinawati mengungkapkan, hak kebebasan beragama dan berkeyakinan ada dalam pasal 28 dan 29 UUD 1945. Pasal ini berkenaan dengan hak sipil dan politik, dimana kebebasan beragama merupakan salah satu HAM yang berasal dari dalam diri individu. Oleh sebab itu kebebasan berpikir, kebebasan hati nurani dan agama ini tidak boleh dicampuri oleh negara, “Jadi dalam kacamata hukum internasional, agama tidak bisa dipisahkan dari pikiran yang ada di dalam diri dan hati nurani manusia. Karena itu tidak bisa dipaksa,” ungkapnya.

Ia menukil sebuah riset yang dilakukan di Amerika Serikat (AS) yang mengungkapkan, bahwa negara manapun, dengan agama atau kepercayaan apapun bisa menjaga toleransi. Intoleransi itu bisa dijaga dan tidak merugikan orang lain, ketika negara bisa menjaga kebebasan beragama dan kepercayaan.

Apabila negara memiliki agama tertentu yang menjadi agama resmi, maka negara tersebut tidak boleh mendiskriminasi, “Kalaupun terdapat agama tertentu yang dianut negara itu, baginya itu tidak masalah. Asalkan negara tersebut tidak mendiskriminasi, membedakan agama-agama lain, atau kepercayaan yang lain. “Karena itu menurut saya HAM adalah jalan tengah, atau dokumen perdamaian,” ujarnya.

Asfinawati menjelaskan dokumen perdamaian adalah ketika semua orang diberikan haknya. Dengan harapan ketika sebuah kepercayaan atau agama berkuasa di suatu negara, tidak ada upaya balas dendam atau orang tidak berlomba-lomba memegang kekuasaan di negara itu, karena sebelumnya dia merasa pernah didiskriminasi.

Ia juga membedakan toleransi dalam dua definisi, yaitu toleransi yang tidak melanggar hukum dan toleransi yang melanggar hukum. Ia mencontohkan dalam kacamata ilmu sosial, bila seseorang tidak suka di sebelah rumahnya ada yang berbeda agama, itu dapat dikategorikan sebagai intoleran.

Namun pada titik tertentu, negara tidak boleh diam dan harus mendorong mereka untuk toleran. “Menjadi tugas negara untuk membuka dialog agar perbedaan pandangan dan keyakinan agama ini tidak menimbulkan masalah dalam kehidupan sosial,” ungkapnya.

Menurutnya banyak sudut pandang filosofis mengenai hak asasi manusia, salah satunya adalah hukum kodrat. Karena hukum kodrat tersebut berasal dari Tuhan, maka tidak mungkin bisa dicabut oleh manusia. “Jika orang dicabut hak-haknya, maka dia akan melawan. Ketika orang diberikan hak-haknya, justru manusia bisa hidup dalam perdamaian dan saling menghormati hak asasi yang lain,” ujarnya.

Terkait kehadiran negara, Koordinator pada Jaksa Agung Muda Bidang Intelijen Kejaksaan Agung RI N.Rachmat mengungkapkan, untuk menguatkan ketertiban dan ketenteraman umum, dibentuklah Badan Koordinasi Pengawasan Aliran Kepercayaan Masyarakat (Bakor Pakem) di bawah Kejaksaan. “Dengan pimpinan, Jaksa Agung RI, sekretaris dari Jamintel, dan perwakilan dari berbagai instansi, seperti Kemenag, TNI, Polri, dan lainnya,” ujarnya.

Bakor Pakem berwenang mengawasi dan mendeteksi dini aliran kepercayaan dan aliran keagamaan yang ada di masyarakat. Bakor Pakem juga menjadi wadah dan sharing, mengenai aliran kepercayaan dan aliran keagamaan, “Juga mencegah, infiltrasi, baik dari dalam, maupun luar negeri, yang berpotensi memecah anak bangsa,” pungkas N. Rachmat.

Tags: LDIILDII NewsLDII untuk BangsaLembaga Dakwah Islam IndonesiaNuansa Persada

Related Posts

Momen Upacara HSN di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Berikut Pesan untuk Santri
Berita Daerah

Momen Upacara HSN di Ponpes Wali Barokah Kota Kediri, Berikut Pesan untuk Santri

by eko nuansa
October 27, 2026
0

Kediri (23/10) – Ribuan santri bersama jajaran guru dan pengurus Pondok Pesantren (Ponpes) Wali Barokah Kota Kediri mengikuti upacara bendera untuk memperingati...

Read more
DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri
Berita Daerah

DPP LDII: Santri Harus Unggul dalam Agama, Berkarakter, dan Mandiri

by eko nuansa
October 22, 2026
0

Jakarta (22/10). Peringatan Hari Santri Nasional 2026 menjadi momentum untuk memperkuat peran santri dalam menyiapkan generasi unggul menuju Indonesia Emas 2045. Santri...

Read more
LDII Pesisir Selatan Dukung Digitalisasi Ormas melalui Aplikasi SiMas Kesbangpol
Berita Kegiatan

LDII Pesisir Selatan Dukung Digitalisasi Ormas melalui Aplikasi SiMas Kesbangpol

by Nisa
October 20, 2026
0

Pesisir Selatan (19/10). DPD LDII Kabupaten Pesisir Selatan menghadiri pertemuan dan pembinaan organisasi kemasyarakatan (ormas) yang digelar Badan Kesatuan Bangsa dan Politik...

Read more
Epidemiolog Dicky Budiman: Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Paru dan Jantung
Berita Daerah

Epidemiolog Dicky Budiman: Kabut Asap Karhutla Ancam Kesehatan Paru dan Jantung

by eko nuansa
October 20, 2026
0

Jakarta (20/10) – Paparan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) bukan sekadar mengganggu pernapasan. Jika berlangsung dalam waktu lama, asap...

Read more
LDII Berharap Muktamar ke-35 NU Rumuskan Solusi Persoalan Kebangsaan
Berita Daerah

LDII: Karhutla Ancam Ekosistem dan Kesehatan, Penanganan Harus Terintegrasi

by eko nuansa
October 14, 2026
0

Jakarta (14/10) — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah Indonesia, mulai dari Kalimantan, Sumatera, Sulawesi, hingga Papua, tidak hanya...

Read more
Perkuat Ukhuwah Islamiyah, MUI dan LDII Lampung Timur Siap Bersinergi
Berita Daerah

Perkuat Ukhuwah Islamiyah, MUI dan LDII Lampung Timur Siap Bersinergi

by eko nuansa
October 11, 2026
0

Lampung Timur (10/10). Memperkuat ukhuwah Islamiyah dan membangun sinergi antarlembaga keagamaan menjadi fokus audiensi Ketua DPD LDII Kabupaten Lampung Timur, Aditya Pandu...

Read more

Trending

Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV
Berita Daerah

Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV

21 hours ago
Peringatan Hari Santri, Momentum Penguasaan Teknologi Sebagai Alat Dakwah
Berita Daerah

Peringatan Hari Santri, Momentum Penguasaan Teknologi Sebagai Alat Dakwah

21 hours ago
Atlet Persinas ASAD Tanjung Raja Lolos Seleksi POPDA Ogan Ilir
Berita Daerah

Atlet Persinas ASAD Tanjung Raja Lolos Seleksi POPDA Ogan Ilir

21 hours ago
LDII Klaten Bekali 120 Generus Usia Mandiri Persiapan Menuju Pernikahan
Berita Daerah

LDII Klaten Bekali 120 Generus Usia Mandiri Persiapan Menuju Pernikahan

21 hours ago
LDII Pemalang Sosialisasikan 29 Karakter Luhur untuk Cegah Perundungan
Berita Daerah

LDII Pemalang Sosialisasikan 29 Karakter Luhur untuk Cegah Perundungan

21 hours ago
Nuansa Persada

Majalah Resmi Lembaga Dakwah Islam Indonesia (LDII). Hubungi kami untuk layanan iklan online: marketing@nuansaonline.com

Follow Us

Recent News

Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV

Tingkatkan Konsolidasi, Senkom Mitra Polri Kota Pada Gelar Muskot IV

October 29, 2026
Peringatan Hari Santri, Momentum Penguasaan Teknologi Sebagai Alat Dakwah

Peringatan Hari Santri, Momentum Penguasaan Teknologi Sebagai Alat Dakwah

October 29, 2026

ARSIP

  • Iklan
  • Privacy & Policy

© 2021 - Designed by GenerusMedia

No Result
View All Result
  • Beranda
  • Ekonomi Bisnis
  • Energi
  • Fa Aina Tadzhabun
  • Iptek
  • Apa Siapa
  • Digital
  • Hukum
  • Jejak Islam
  • Kesehatan
  • Kisah Teladan
  • Laporan
  • Lentera Hati
  • Liputan Khusus
  • Lintas Daerah
  • Resonansi
  • Olah Raga
  • Opini
  • Pendidikan
  • Remaja
  • Siraman Rohani
  • Khutbah (PDF)
    • Khutbah Jumat Bahasa Arab
    • Idul Fitri Bahasa Arab
    • Idul Fitri (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (ust. Imam Rusdi)
    • Idul Adha (ust. Aceng Karimullah)
    • Idul Fitri (Kediri 2017)

© 2021 - Designed by GenerusMedia

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In