Jakarta (17/8). Semangat kemerdekaan tidak hanya dirayakan dengan upacara dan seremoni, tetapi juga diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat. Memperingati HUT ke-81 Kemerdekaan RI, DPP LDII kembali menggelar kerja bakti nasional bertajuk “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri” yang dilaksanakan serentak di berbagai daerah di Indonesia.
Memasuki tahun keempat pelaksanaannya, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya LDII menghidupkan kembali budaya gotong-royong sekaligus menanamkan semangat nasionalisme, kepedulian sosial, dan kecintaan terhadap lingkungan, khususnya di kalangan generasi muda.
Kegiatan secara simbolis diluncurkan di Ruang Publik Terpadu Ramah Anak (RPTRA) Sunter Jaya, Jakarta Utara, Sabtu (15/8). Warga LDII bersama masyarakat, pemerintah setempat, TNI, dan Polri bergotong-royong membersihkan serta menata fasilitas publik.
“Kerja bakti nasional ini merupakan bentuk nyata pengamalan semangat gotong-royong. Kami ingin peringatan kemerdekaan tidak hanya menjadi seremoni, tetapi menghadirkan manfaat yang bisa langsung dirasakan masyarakat,” ujar Sekretaris Umum DPP LDII, Tri Gunawan Hadi.
Menurut Tri Gunawan, kegiatan di Sunter Jaya menjadi simbol gerakan yang dilakukan warga LDII secara serentak di berbagai daerah. Pelaksanaannya menyesuaikan kebutuhan lingkungan masing-masing dengan melibatkan pemerintah dan masyarakat setempat.
“Di Sunter, kegiatan kami isi dengan pengecatan fasilitas umum, penataan area publik, pemasangan lampu penerangan jalan umum bertenaga surya, serta penanaman tanaman obat keluarga atau TOGA dan tanaman produktif,” jelasnya.
Ia menambahkan, kerja bakti memiliki makna lebih luas daripada sekadar membersihkan lingkungan. Interaksi dan kerja bersama antarwarga menjadi ruang untuk memperkuat persaudaraan, persatuan, dan kerukunan.
“Kerja bakti adalah cerminan gotong-royong. Di dalamnya ada kebersamaan, kepedulian, dan semangat untuk memberikan manfaat kepada lingkungan. Nilai-nilai seperti ini harus terus kita hidupkan, mulai dari tingkat pusat hingga daerah dan lingkungan tempat tinggal,” katanya.
Selain menguatkan semangat kebangsaan, kegiatan tersebut juga terintegrasi dengan gerakan Go Green LDII. Penanaman TOGA dan tanaman produktif diarahkan agar ruang publik menjadi lebih hijau sekaligus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Filosofinya adalah bumi ini milik kita bersama, maka harus kita jaga bersama. Sekecil apa pun yang bisa kita lakukan, ayo kita lakukan. Dengan menanam TOGA dan tanaman produktif, kita berharap lingkungan menjadi lebih asri sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat,” tutur Tri Gunawan.
Pemda Apresiasi Perubahan Lingkungan
Kegiatan tersebut mendapat apresiasi dari Lurah Sunter Jaya, Lutfi Rachman. Menurutnya, kolaborasi berbagai elemen dalam kerja bakti memberikan perubahan yang dapat dilihat langsung di kawasan RPTRA.
“Setelah kegiatan ini, tentunya maintenance dan perawatan berkala akan terus dilakukan,” ujar Lutfi.
Ia menjelaskan, kawasan tersebut tidak hanya berfungsi sebagai ruang publik ramah anak, tetapi juga telah dilengkapi bank sampah. Pemerintah setempat berencana mengembangkan fasilitas lain yang mendukung kesehatan dan ketahanan pangan masyarakat.
“Kami juga akan membuat kolam gizi,” katanya.
Lutfi menambahkan, pemerintah kelurahan akan melanjutkan perawatan serta penghijauan kawasan RPTRA. Penanaman TOGA yang dilakukan LDII dinilai sejalan dengan fungsi ruang publik tersebut sebagai tempat yang dapat memberikan manfaat edukatif sekaligus produktif bagi masyarakat.
TNI Dorong Kolaborasi Berkelanjutan
Apresiasi juga disampaikan Danramil Tanjung Priok, Aprianto Mebdry. Ia menilai kerja bakti yang melibatkan LDII, pemerintah, TNI, Polri, dan masyarakat memberikan dampak nyata terhadap kondisi lingkungan.
“Kami melihat secara keseluruhan kegiatan ini sangat memberikan manfaat, terutama bagi masyarakat Sunter Jaya dan lingkungan RPTRA. Kondisi di sini sebelumnya kurang bersih, tetapi dengan adanya kegiatan ini berubah menjadi jauh lebih baik,” ujarnya.
Menurut Aprianto, kegiatan sosial seperti kerja bakti menjadi sarana memperkuat kepedulian masyarakat sekaligus membangun sinergi antarlembaga.
Ia berharap kolaborasi tersebut dapat terus berlanjut dan tidak hanya dilakukan ketika memperingati hari besar nasional.
“Apabila TNI melaksanakan kegiatan sosial, kami sangat tertarik untuk mengundang LDII. Kegiatan yang dilakukan LDII ini sangat luar biasa, sangat baik, dan hasil pekerjaannya memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Gotong-Royong sebagai Nilai Kebangsaan
DPP LDII memandang kerja bakti nasional sebagai bagian dari kontribusi organisasi dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat. Semangat gotong-royong mempertemukan berbagai unsur masyarakat dalam satu kegiatan yang sama, tanpa membedakan latar belakang.
Melalui gerakan “Kerja Bersama, Bakti untuk Negeri”, LDII ingin menjadikan momentum HUT Kemerdekaan RI sebagai pengingat bahwa kemerdekaan juga memiliki konsekuensi berupa tanggung jawab untuk menjaga lingkungan, memperkuat persatuan, dan memberikan manfaat bagi sesama.
“Semangat kemerdekaan harus hadir dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dengan bekerja bersama, menjaga lingkungan, dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” pungkas Tri Gunawan.
Dengan pelaksanaan secara serentak di berbagai daerah, kerja bakti nasional tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan tahunan. LDII mendorong budaya gotong-royong menjadi kebiasaan yang terus tumbuh di tengah masyarakat sebagai bagian dari penguatan karakter kebangsaan dan kontribusi nyata bagi pembangunan Indonesia.














