Ogan Ilir (20/10). DPD LDII Kabupaten Ogan Ilir menggelar pengajian ibu-ibu di Masjid Al Barokah, Kelurahan Tanjung Raja Barat, Kecamatan Tanjung Raja, Kabupaten Ogan Ilir, Sumatera Selatan, pada Jumat (25/9/2026). Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 130 peserta dari berbagai PC dan PAC LDII tersebut membahas peran ibu dalam keluarga serta pemahaman fikih haid.
Pemateri yang merupakan guru Pondok Pesantren Minhajurrosyidin, Khoiriah, menekankan pentingnya peran ibu dalam mengelola keuangan rumah tangga dan mendidik anak. Menurutnya, seorang ibu perlu memiliki kemampuan mengatur kebutuhan keluarga sekaligus memberikan perhatian terhadap perkembangan anak.
“Ibu itu adalah Menteri Keuangan di keluarga. Pandai-pandailah mengatur keuangan, jangan boros, utamakan kebutuhan anak dan keluarga,” pesan Khoiriah.
Ia juga mengingatkan para ibu untuk memperhatikan pergaulan anak, terutama di tengah perkembangan teknologi digital. Selain itu, ia mendorong orang tua untuk membekali anak dengan pendidikan agama, menjaga kebiasaan berpakaian sesuai syariat, serta senantiasa mendoakan kebaikan bagi keluarga.
Sementara itu, pemateri lainnya, Lulu Fauziah, menyampaikan materi mengenai fikih haid dan tata cara bersuci bagi perempuan. Ia menjelaskan perbedaan darah haid dan istihadah serta ketentuan bersuci yang berkaitan dengan pelaksanaan ibadah.
“Perempuan itu harus paham betul tentang haid, karena ini menyangkut sah atau tidaknya ibadah kita. Banyak ibu-ibu yang masih bingung membedakan mana darah haid dan mana darah istihadah. Kalau kita salah memahami, bisa-bisa salat kita tidak sah,” jelas Lulu.
Menurutnya, pemahaman mengenai ketentuan haid dan istihadah penting agar perempuan dapat menjalankan ibadah sesuai tuntunan agama. Ia berharap para peserta mampu menerapkan pengetahuan tersebut sekaligus menyampaikannya kepada anggota keluarga.
Pengajian tersebut merupakan bagian dari pembinaan rutin DPD LDII Kabupaten Ogan Ilir untuk meningkatkan pemahaman agama dan keterampilan para ibu dalam mendampingi keluarga. Melalui pembinaan tersebut, para peserta diharapkan dapat menerapkan ilmu yang diperoleh dalam kehidupan sehari-hari.














