Makassar (20/7). DPW LDII Sulawesi Selatan menghadiri Upacara Peringatan Hari Bhayangkara ke-80 yang digelar di Markas Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Selatan, Rabu (1/7). Kehadiran pengurus LDII menjadi bentuk dukungan terhadap sinergi antara organisasi kemasyarakatan, pemerintah, TNI, dan Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).
Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro didampingi Wakil Ketua Ilmaddin mengikuti upacara yang dipimpin Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol. Djuhandhani Rahardjo Puro. Kegiatan tersebut juga dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh agama, tokoh masyarakat, akademisi, serta berbagai elemen masyarakat.
Dalam amanatnya, Kapolda Sulsel menegaskan Hari Bhayangkara menjadi momentum memperkuat komitmen Polri sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Menurutnya, Polri akan terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat, “Seluruh pengalaman tersebut menjadi bekal bagi Polri untuk terus bertransformasi menjadi institusi yang profesional, modern, berintegritas, dan semakin dipercaya masyarakat,” ujarnya.
Kapolda juga mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk organisasi kemasyarakatan, untuk terus memperkuat kolaborasi dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban yang kondusif demi mendukung pembangunan daerah.
Sementara itu, Ketua DPW LDII Sulawesi Selatan Asdar Mattiro menyampaikan ucapan selamat Hari Bhayangkara ke-80 kepada seluruh jajaran Kepolisian Negara Republik Indonesia. Ia berharap Polri terus meningkatkan profesionalisme serta kualitas pelayanan kepada masyarakat, “Delapan puluh tahun merupakan perjalanan panjang pengabdian kepada bangsa. Semoga Polri senantiasa menjadi institusi yang profesional, Presisi, berintegritas, dan humanis dalam menjalankan tugas,” ujar Asdar.
Menurut Asdar, keamanan merupakan fondasi penting bagi terwujudnya masyarakat yang rukun, sejahtera, dan berkemajuan. Karena itu, sinergi antara Polri, pemerintah, organisasi kemasyarakatan, tokoh agama, dan seluruh elemen bangsa perlu terus diperkuat untuk menjaga persatuan dan menciptakan situasi yang kondusif.
Usai upacara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan acara syukuran di Aula Mappaodang Polda Sulawesi Selatan sebagai bentuk rasa syukur atas pengabdian Polri selama delapan dekade dalam menjaga keamanan dan melayani masyarakat.














